Kini, Nilai Kapitalisasi Pasar BEI Tercatat Hampir Rp6.460 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 21 Agustus 2017 - 11:46 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Nilai kapitalisasi pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp6.459,53 triliun sepanjang pekan lalu, yaitu periode 14-18 Agustus 2017. Itu menunjukkan kenaikan 2,21% dibandingkan dengan pekan sebelumnya sebesar Rp6.319,55 triliun.

“Kenaikan nilai kapitalisasi pasar tersebut seiring dengan peningkatan IHSG dari 5.766,14 poin pada pekan sebelumnya ke posisi 5.893,81 poin pada pekan lalu,” tulis Hani Ahadiyani, Pejabat Harian Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/08/2017).

Meski demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 2,13% menjadi 290.590 kali transaksi pada pekan lalu dibandingkan sebesar 296.930 kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Menurut Hani, penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi IHSG yang susut 5,34% menjadi 7,61 miliar unit saham dari 8,04 miliar unit saham. Hal serupa juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang terpangkas 6,26% menjadi tinggal Rp5,84 trilliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp6,23 triliun.

Sementara itu, investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net selling) pada pekan lalu sebesar Rp640 miliar. (Abrahamn Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →