IHSG Tampaknya Bakal Menguat ke Posisi 5.920

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 21 Agustus 2017 - 09:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Setelah ditutup menguat pada akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (21/08/2017) diperkirakan bakal melanjutkan kenaikan jangka pendek untuk menembus titik resistensi 5.920.

“Kendati IHSG juga diperkirakan masih bakal mengalami aksi jual yang dilakukan sebagian pelaku pasar, tetapi pengaruh sentimen negatif yang berkembang di bursa saat ini tampaknya sudah berkurang karena telah diserap oleh penurunan harga saham. Karena itu, para pelaku pasar tampaknya akan kembali melakukan aksi beli sehingga hal itu bakal mendukung kenaikan indeks,” papar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Senin (21/08/2017) pagi.

Yuganur menyarankan pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua pilihan untuk mendukung siklus kenaikan indeks berikutnya guna menembus titik tertinggi baru di level 5.920.

Yuganur merekomendasikan BELI saham-saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Secara teknikal, demikian Yuganur, BBRI ASII dan ADHI saat ini sedang masuk dalam pola perbaikan tren harga untuk jangka pendek dan jangka menengah. Akibatnya, ketiga saham tersebut menjadi menarik untuk diakumulasi karena adanya potensi kenaikan harga. Harga BBRI dan ASII ditargetkan mencapai kisaran Rp15.550-15.850 per unit dan Rp8.150-8.250 per unit. Sedangkan ADHI berpotensi mencapai rentang harga Rp2.270-2.480 per unit.

“Sementara itu, penurunan harga komoditas ke titik terendah dalam 10 tahun terakhir ini serta valuasi sektor komoditas yang sudah cukup murah membuat BUMI menjadi menarik untuk diakumulasi. Bahkan, harga BUMI diprediksi dapat mencapai Rp305-320 per unit,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →