JEC Ingatkan Bahaya Uveitis dan Gangguan Retina di World Retina Day 2025
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Mata merah dan pandangan kabur sering dianggap masalah ringan. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan serius seperti uveitis dan penyakit retina yang berpotensi menyebabkan kebutaan permanen.
Memperingati World Retina Day 2025 dan menyambut Inflammatory Eye Disease Awareness Week pada Oktober mendatang, JEC Eye Hospitals and Clinics mengingatkan pentingnya deteksi dini serta penanganan cepat gangguan retina dan inflamasi mata.
Retina berperan vital sebagai penghubung cahaya ke otak. Gangguan sekecil apa pun bisa mengganggu penglihatan total. Salah satu pemicu kerusakan retina adalah uveitis, peradangan pada lapisan tengah mata (uvea) yang dapat menyerang semua usia, terutama usia produktif 20–60 tahun.
“Uveitis bukan sekadar peradangan mata biasa. Gejalanya sering samar, sehingga pasien terlambat memeriksakan diri. Jika dibiarkan, uveitis bisa berujung katarak, glaukoma, kerusakan retina, hingga kebutaan permanen,” jelas Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Subspesialis Ocular Infection and Immunology JEC.
Gejala uveitis antara lain: mata merah dengan atau tanpa nyeri, penglihatan kabur atau berbayang, muncul floaters (bintik hitam melayang di lapang pandang), serta Photophobia (sensitif terhadap cahaya).
Uveitis juga kerap disalahartikan sebagai konjungtivitis karena gejalanya mirip. Namun, berbeda dengan infeksi ringan, uveitis bisa memburuk cepat bahkan menyerang kedua mata, terutama pada pasien dengan penyakit autoimun.
Penanganan uveitis dilakukan melalui pemeriksaan lengkap, termasuk slit-lamp, pencitraan retina, hingga tes darah. Terapi meliputi:
- Tetes mata kortikosteroid (mengurangi peradangan)
- Cycloplegics (melebarkan pupil untuk mengurangi nyeri)
- Kortikosteroid oral atau suntikan (untuk kasus berat)
- Imunosupresan (jika terkait autoimun)
- Antibiotik, antivirus, atau antijamur (jika disebabkan infeksi).
Di Indonesia, prevalensi retinopati diabetik mencapai 43,1% menurut Kemenkes RI. Kondisi ini menjadikan penyakit retina sebagai penyebab utama kebutaan.
Sebagai pemimpin layanan kesehatan mata di Indonesia, JEC Eye Hospitals and Clinics menghadirkan layanan retina terstandar di 16 cabang. Khusus di RS Mata JEC @ Menteng, tersedia JEC Retina Center yang siaga darurat 24 jam dengan 15 pemeriksaan diagnostik canggih.
“Sebagai pusat rujukan retina nasional, kami berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan layanan retina yang komprehensif dan teknologi mutakhir,” ungkap Dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng.
Melalui momentum World Retina Day 2025 dan Inflammatory Eye Disease Awareness Week, JEC mengajak masyarakat lebih peka terhadap gejala mata merah, penglihatan kabur, dan tanda-tanda uveitis lain.
“Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang penglihatan bisa diselamatkan. Jangan abaikan mata merah sebagai hal sepele,” tegas Dr. Referano.