Dompet Dhuafa Jogja Giatkan Pembelajaran Batik untuk Guru di Gunungkidul

Oleh : Candra Mata | Jumat, 12 September 2025 - 18:17 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta, Suasana penuh keceriaan dan semangat belajar kembali menyelimuti SD Muhammadiyah Piyaman, Gunungkidul. Pada Rabu, 10 September 2025, Dompet Dhuafa Jogja kembali melanjutkan rangkaian program Kelas Sidomukti dengan menggelar pelatihan bertema “Praktik Canting Cap dan Teknik Pewarnaan Batik”. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, diikuti oleh kepala sekolah, kepala madrasah, serta guru-guru dari 10 sekolah penerima manfaat program.

Dalam pelatihan kali ini, para peserta membawa hasil canting cap yang telah mereka kerjakan di rumah. Di bawah bimbingan Nurohmad, seorang seniman sekaligus dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan pendiri Omah Kreatif Dongaji, para peserta diajak untuk mengaplikasikan canting cap tersebut ke dalam kain. Setelah proses tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pewarnaan menggunakan dua teknik utama, yaitu teknik celup napthol dan teknik colet remazol.

Pelatihan ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta. Mereka tidak hanya mempelajari aspek teknis, namun juga mendapatkan pemahaman bahwa proses pewarnaan batik menuntut kesabaran, ketelitian, serta kreativitas dalam menciptakan keindahan.

Salah satu peserta, Daning Martanti, Guru MI Muhammadiyah Macanmati, menyampaikan kesannya, “Sangat menyenangkan karena semua hal yang saya pelajari pada setiap pertemuan adalah hal baru, termasuk proses cap pembuatan batik cap dan pewarnaan remazol teknik colet.” Ulasan ini mencerminkan semangat belajar dan antusiasme para guru dalam menemukan pengalaman serta pengetahuan baru di setiap sesi.

Melalui pelaksanaan Kelas ketiga Sidomukti #2 ini, Dompet Dhuafa Jogja berharap agar keterampilan membatik yang telah dipelajari dapat semakin melekat sebagai bagian dari identitas sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah bagi tumbuhnya kreativitas serta kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa.