Dompet Dhuafa Jateng Siap Distribusikan Air Bersih Hadapi Dampak Kekeringan Musim Kemarau

Oleh : Candra Mata | Rabu, 10 September 2025 - 09:15 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Semarang, Jawa Tengah – Musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan menimbulkan dampak serius, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih. Menyikapi kondisi ini, Dompet Dhuafa Jawa Tengah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih ke daerah-daerah terdampak kekeringan.

Zaini Tafrikhan, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng, mengungkapkan bahwa Demak menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus distribusi bantuan. “Beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti di Demak, beberapa pekan lalu menjadi fokus kami dalam melakukan kebaikan dengan mendistribusikan tiga truk tangki air berkapasitas 27 ribu liter air bersih,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemantauan terus dilakukan di berbagai titik rawan krisis air bersih. “Hingga pekan ini kami terus memantau di beberapa titik di wilayah Jawa Tengah akan minimnya air bersih di tengah musim kemarau. Siaga kami terus dilakukan dengan menyiapkan truk-truk tangki air untuk pendistribusian air bersih. Kami juga mendorong peran serta stakeholder, korporasi maupun pemerintah dalam berkolaboraksi pemenuhan air bersih di sejumlah wilayah Jawa Tengah,” tambah Zaini, Rabu (10/09/2025).

Salah satu desa yang merasakan manfaat langsung dari bantuan ini adalah Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Pada Kamis (4/9/2025), sebanyak tiga truk tangki berisi total 27 ribu liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan 1.021 jiwa yang terdampak kekeringan. Bantuan tersebut berasal dari donatur Dompet Dhuafa yang peduli terhadap kondisi darurat air bersih di daerah tersebut.

Kondisi air di Desa Ngaluran memang sangat memprihatinkan. Air sumur di desa tersebut berwarna kuning, berbau tidak sedap, dan terasa asin sehingga tidak layak konsumsi. Warga hanya bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan mencuci, sedangkan untuk minum dan memasak mereka bergantung sepenuhnya pada bantuan air bersih.

“Kalau hujan desa kami kebanjiran, kalau panas malah kekeringan. Sekarang warga susah mendapatkan air untuk makan, minum, dan berwudhu,” keluh Pak Ali, salah satu warga.

Kehadiran truk tangki air disambut antusias oleh warga. Mereka berbondong-bondong membawa ember, jeriken, hingga drum untuk mengantre mendapatkan giliran. Rasa lega dan bahagia pun terpancar dari wajah mereka setelah wadah-wadah air terisi. “Alhamdulillah, akhirnya bisa masak dengan air bersih. Selama ini sangat sulit,” ucap seorang ibu rumah tangga.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini wilayah Jawa Tengah resmi memasuki musim kemarau. Demak termasuk dalam zona merah kekeringan bersama beberapa kabupaten lainnya yang juga mengalami krisis air bersih.

“Sumur-sumur mulai mengering, sementara yang tersisa tidak layak konsumsi. Karena itu, hari ini kami menyalurkan 27 ribu liter air bersih khusus untuk warga Ngaluran,” jelas Yusuf Amukti, Koordinator Lapangan Dompet Dhuafa Jateng.

Yusuf menegaskan bahwa distribusi air bersih tidak akan berhenti di Desa Ngaluran. “Bukan hanya Demak, ada wilayah lain yang juga menjadi prioritas penyaluran,” katanya.

Bantuan air bersih ini menjadi bukti nyata dari kepedulian sosial para donatur. Meski terlihat sederhana, air bersih sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak dan menjadi penyemangat untuk tetap bertahan di tengah masa sulit musim kemarau.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →