Daewoong Raih Sertifikasi CPOB untuk Produksi Sel Punca Autologous, Sel NK, dan Eksosom

Oleh : Candra Mata | Kamis, 04 September 2025 - 11:32 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) resmi mengumumkan keberhasilan memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM untuk fasilitas produksinya yang kini mencakup terapi sel punca autologous, sel NK (natural killer), serta eksosom.

Pencapaian ini memperluas cakupan produksi DPI, setelah sebelumnya pada tahun 2024 meraih sertifikasi CPOB untuk fasilitas sel punca alogenik. Kini, DPI dapat memproduksi seluruh lini terapi berbasis sel secara lokal, termasuk media kultur sel, memperkuat kapasitas dan keandalan produksi terapi regeneratif di Indonesia.

Sertifikasi ini menjadi tonggak penting dalam memastikan mutu dan keamanan proses produksi. Tak hanya menegaskan komitmen DPI terhadap kualitas, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pasien yang tidak lagi terbantu oleh terapi konvensional. Terapi berbasis sel yang bersifat personalisasi kini semakin mudah diakses, mendukung kemajuan pengobatan tepat sasaran (personalized medicine) di Indonesia.

Fasilitas produksi DPI ini mengintegrasikan teknologi klinis dan penelitian canggih dari Yongin Cell Therapy Center, Korea Selatan, dan menjadi bagian penting dalam pertumbuhan industri kedokteran regeneratif di tanah air.

Baik In Hyun, Head of Business Unit DPI, menyampaikan, “Selain menjadi tonggak pencapaian bisnis, sertifikasi CPOB ini juga menjadi bukti standarisasi dan keamanan proses produksi terapi sel kami. Sertifikasi ini memungkinkan kami menyediakan layanan terapi sel yang lebih aman dan dapat diandalkan bagi pasien di Indonesia, dan kami akan terus memperluas solusi personalisasi ke depannya.” Ia menambahkan, “Melalui kolaborasi erat dengan rumah sakit dan tenaga kesehatan nasional, kami berkomitmen untuk memastikan akses yang stabil terhadap terapi regeneratif berkualitas tinggi.”

Menanggapi tren penuaan penduduk di Indonesia, DPI juga semakin fokus pada inovasi terapi sel. Menurut Asia-Pacific Population Report 2024, jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat, dengan 11,1% berusia 60 tahun ke atas dan 7,3% di atas usia 65 tahun. Untuk itu, DPI aktif menjalin kemitraan dengan rumah sakit dan universitas dalam mendorong penelitian lokal dan pengembangan talenta di bidang terapi sel personalisasi.

Untuk membangun ekosistem kedokteran regeneratif yang menyeluruh, DPI bekerja sama dengan sejumlah afiliasi lokal, seperti Selatox, CGBIO Indonesia, dan Nulook Clinic.

CGBIO Indonesia menyediakan solusi estetik dan regeneratif, seperti filler, adhesion barrier, dan perangkat regenerasi jaringan, serta menyelenggarakan pelatihan dan program akademik bagi tenaga medis.

Sementara itu, Nulook Clinic di Bali berperan sebagai pusat terapi anti-penuaan berbasis sel punca yang menggabungkan pendekatan K-Beauty dan wisata medis, menjadi contoh sinergi inovatif antara teknologi kesehatan dan pariwisata.

Daewoong pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2005 melalui kantor perwakilan di Jakarta, dan sejak itu konsisten menjalankan strategi lokalisasi dan alih teknologi. Pada 2012, DPI mendirikan Daewoong Infion, pabrik biofarmasi pertama di Indonesia yang memproduksi EPO (Erythropoietin) dan EGF (Epidermal Growth Factor) bersertifikat halal.

Penambahan fasilitas produksi terapi sel terbaru ini tidak hanya memperkuat infrastruktur lokal dalam bidang regeneratif medicine, tetapi juga menunjukkan ambisi Daewoong untuk terus menghadirkan solusi kompetitif di industri kesehatan global.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →