Acaraki Jamu Festival Edisi Juli 2025: Hidupkan Tradisi Lewat Permainan Nusantara, Aksara, dan Fashion

Oleh : Nina Karlita | Minggu, 27 Juli 2025 - 11:14 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Acaraki Jamu Festival kembali hadir dengan semangat baru pada edisi Juli 2025, mengusung tema “Menjamu Warisan, Merayakan Indonesia.” 

Diselenggarakan oleh GP Jamu (Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia) dan didukung penuh oleh Acaraki, pelopor edukasi jamu modern, serta Larutan Penyegar Cap Badak, festival ini menegaskan kembali bahwa jamu bukan sekadar minuman, melainkan simbol kasih sayang, kekuatan perempuan, dan warisan kearifan lokal yang berharga.

Mengusung filosofi “menjamu” sebagai tindakan merawat dan menyambut, festival ini menyajikan rangkaian acara yang menyentuh berbagai aspek budaya Nusantara — dari kesehatan tradisional, permainan masa kecil, hingga seni dan mode kontemporer.

Jony Yuwono, perwakilan GP Jamu, menekankan pentingnya menghadirkan warisan budaya dalam format yang relevan.

“Acaraki Jamu Festival bukan sekadar perayaan budaya. Ini bentuk komitmen kami menjaga agar jamu tetap hidup dan relevan bagi generasi sekarang. Generasi muda sebenarnya tertarik pada budaya lokal, tinggal bagaimana kita menyajikannya secara kontekstual dan modern,” ujarnya.

Festival ini juga menjadi simbol penghormatan terhadap peran Mbok Jamu, sosok perempuan tangguh penjaga kesehatan keluarga dan pelestari budaya yang selama ini kurang mendapat panggung utama.

Rangkaian Acara Acaraki Jamu Festival Juli 2025:
1. Funwalk Jamu Gendong 2,5 KM
Peserta berjalan sejauh 2,5 km mengenakan caping dan membawa bakul jamu gendong. Simbol perjuangan Mbok Jamu yang berjalan kaki demi mengobati dan merawat masyarakat, kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan nyata atas kontribusi mereka dalam melestarikan budaya pengobatan alami.

2. Estafet Games & Karnaval Permainan Tradisional Nusantara
Mulai dari bola bekel, gasing, ketapel, hingga tumpuk batu, berbagai permainan klasik ini dikemas dalam format estafet dan karnaval yang seru. Tujuannya adalah menghidupkan kembali memori kolektif generasi lama dan memperkenalkannya ke generasi muda urban.

3. Petisi Aksara Indonesia: “Tuliskan Namamu, Jaga Warisanmu”
Melalui kolaborasi seni dan pelestarian aksara lokal (Jawa, Sunda, Batak, dll.), pengunjung dapat mencetak nama mereka dalam aksara tradisional serta menandatangani petisi dukungan pelestarian. Sebuah ajakan merawat identitas melalui bentuk paling personal: nama.

4. Final Fashion Show “Tradition Meets Couture”
Sebagai puncak kompetisi sketsa busana bertema Mbok Jamu, para finalis menampilkan koleksi yang menggabungkan elemen tradisional dengan siluet modern. Runway ini menjadi ruang validasi bahwa warisan budaya bisa tampil anggun dan memukau di panggung fesyen kontemporer.

Acaraki Jamu Festival tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi dan pelestarian budaya. 

“Budaya tidak cukup hanya dipelihara, tapi harus dihidupkan kembali dalam format yang menginspirasi. Kami berharap festival ini menjadi gerakan budaya yang berkelanjutan,” tutup Jony.