Prodia Resmi Akuisisi 30% Saham ProSTEM Senilai Rp33 Miliar, Siap Masuki Sektor Bioteknologi dan Terapi Regeneratif

Oleh : Nina Karlita | Sabtu, 19 Juli 2025 - 12:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), emiten laboratorium klinik terkemuka, resmi mengumumkan akuisisi 30% saham PT Prodia StemCell Indonesia (ProSTEM) senilai Rp33 miliar. 

Langkah strategis ini menandai ekspansi Prodia ke sektor bioteknologi dan terapi regeneratif berbasis sel punca (stem cell), memperkuat posisinya sebagai pemimpin layanan kesehatan modern dan presisi di Indonesia.

Dalam transaksi ini, Prodia membeli 69.512 lembar saham ProSTEM dari PT Prodia Utama, entitas pengendali yang juga merupakan pemilik saham utama PRDA. Karena hubungan afiliasi ini, akuisisi dilakukan secara transparan dan strategis demi pengembangan jangka panjang perusahaan.

“Langkah ini menunjukkan komitmen kami membangun ekosistem layanan diagnostik dan terapi yang berkelanjutan,” ujar Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia, dalam keterangan resmi.

Akuisisi ini membuka jalan bagi Prodia untuk memperluas portofolio layanan ke arah pengobatan berbasis bioteknologi yang lebih presisi dan personal. Dengan integrasi teknologi terapi regeneratif, Prodia siap menjawab kebutuhan pengobatan berbagai penyakit degeneratif, autoimun, hingga kondisi kronis yang selama ini masih terbatas solusinya.

Dewi menegaskan, Prodia tengah bersiap menjadikan klinik-kliniknya sebagai pusat layanan pengobatan regeneratif dengan dukungan riset biomarker, uji genetik, dan konsinyasi produk stem cell melalui jaringan klinik Prodia Health Care (PHC) dan specialty clinics seperti PWHC dan PSHC.

ProSTEM, sebagai pelopor terapi regeneratif di Indonesia sejak 2010, mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 46% secara tahunan (YoY) pada 2024. Perusahaan ini mengoperasikan laboratorium terapi sel canggih (ACT-Plab) seluas 3.046 m² dengan standar internasional seperti cGMP, ISO 9001:2015, AABB, dan FACT-NetCord.

Menurut Liana Kuswandi, Direktur Keuangan Prodia, investasi di ProSTEM sangat prospektif. Dari sisi proyeksi finansial, kontribusi laba bersih dari investasi ini diperkirakan mencapai Rp2,3 miliar pada 2026 dan naik bertahap menjadi Rp10,6 miliar pada 2030. Nilai aset juga diproyeksikan tumbuh dari Rp1,4 miliar menjadi Rp30,6 miliar dalam lima tahun ke depan.

Pasca akuisisi, kedua entitas menyiapkan strategi kolaborasi jangka panjang untuk memperluas terapi regeneratif.

Komisaris Utama Prodia dan ProSTEM, Andi Widjaja, menyatakan bahwa akuisisi ini sejalan dengan program "Quick Win" sektor kesehatan dari Presiden Prabowo Subianto. ProSTEM ditargetkan menjadi pusat rujukan terapi regeneratif tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.

“Dengan sinergi kuat ini, ProSTEM akan hadir sebagai pionir terapi regeneratif Asia,” tegas Andi.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →