Temas Bagikan Dividen Tunai 2024 Bernilai Total Rp228,2 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 24 Maret 2025 - 14:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT TEMAS Tbk (TMAS) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2024 bernilai total Rp228,2 miliar (Rp4 per saham). Rencana pembagian dividen itu telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (24/03/2025).

 

Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi, mengemukakan, manajemen Perseroan mengalokasikan laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp493,3 miliar.

 

“Pada 2024, laba bersih perseroan turun 11% menjadi Rp721 miliar dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp815 miliar. Pendapatannya pada 2024 naik tipis 1% menjadi Rp4,34 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,30 triliun,” papar Ricky.

 

Ricky mengungkapkan, penurunan laba disebabkan oleh dinamika pasar dan kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) yang merupakan komponen utama biaya operasional kapal. “Kendati demikian, kami tetap optimistis menatap tahun ini dengan berbagai strategi yang sudah dipersiapkan,” imbuh Ricky.

 

Dalam RUPST kali ini, Ricky Effendi secara resmi diumumkan sebagai Direktur Utama yang baru bagi TEMAS, menggantikan Faty Khusumo yang mengundurkan diri. Ricky akan menjabat hingga penutupan RUPS tahun 2026 bersama direksi lainnya, yaitu Ganny Zheng dan Widy Kiswanto.

 

TEMAS pada 2025 ini mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp3 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan armada baru, perlengkapan, dan peralatan bagi perusahaan serta entitas anaknya.***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →