BNI Tetap Beroperasi Selama Libur Panjang Akhir Tahun 2016

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 21 Desember 2016 - 12:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta,  PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tetap beroperasi di seluruh Indonesia sepanjang libur panjang Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Seluruh operasional BNI hanya libur pada 25 Desember 2016 saat perayaan Natal 2016 dan libur bersama dalam rangka Tahun Baru 2017 pada 1-2 Januari 2017.
 
Dalam siaran pers, Rabu (21/12), Kiryanto, Corporate Secretary BBNI, menyatakan, perseroan akan mengoperasikan antara 79-182 kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia sepanjang masa liburan panjang tersebut.
 
Menurut Kiryanto, pengoperasian kantor BNI secara terbatas telah dilakukan sejak hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin (12/12). Pada hari itu, sebanyak 79 kantor cabang tetap aktif melayani para nasabahnya untuk setoran BBM/non BBM, setoran/penarikan rekening BNI, pemindahbukuan antar rekening BNI, dan setoran penerimaan negara.
 
Pengoperasian serupa akan dilakukan pada 79 kantor cabang tersebut pada Senin (26/12), atau pada saat libur bersama perayaan Natal 2016. Akan tetapi, ada sedikit perbedaan ketika BNI beroperasi pada 31 Desember 2016. Pada hari itu, BNI akan mengoperasikan 182 kantor cabangnya untuk melayani setoran BBM/non BBM, setoran penerimaan negara, dan setoran debitur untuk pembayaran angsuran. Operasional BNI akan kembali normal pada 3 Januari 2017.
 
Kiryanto menambahkan, BNI menyiapkan sejumlah uang tunai bernilai Rp11 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi yang diperlukan nasabah selama masa liburan Natal dan Tahun Baru. Jumlah itu lebih tinggi 7% dibandingkan dengan uang tunai yang dialokasikan BNI pada akhir 2015 lalu. (abr)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →