Saadah Global Kolaborasi Bersama Inventure Luncurkan IMMO 2025: Perkuat Pasar Muslim yang Dinamis dan Berkelanjutan.

Oleh : Candra Mata | Minggu, 09 Maret 2025 - 18:35 WIB · 5 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sa'adah Global, merek identitas dari PT Halal Syariah Integrasi, menyelenggarakan Indonesia Muslim Market Outlook (IMMO) 2025. Acara ini merupakan kolaborasi strategis bersama Inventure yang diselenggarakan di Ganara Art FX Sudirman F8, Jakarta, pada tanggal 6 Maret 2025. 

Sebagai bagian integral dari Ekosistem Ekspor terlengkap Indonesia, yaitu ExportHub.id, Sa'adah Global menegaskan komitmennya kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai tren mendatang di dunia Halal dan Syariah. 

Selain itu, kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin di industri dalam memandu pengembangan pasar Muslim yang dinamis dan berkelanjutan.

Indonesia Muslim Market Outlook 2025: Peluang Besar Industri Halal

Amalia S. Prabowo, President Director ExportHub.id Ecosystem menyampaikan, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang luar biasa. Dengan total nilai ekosistem pasar Muslim yang mencapai Rp 4.300 triliun, sektor halal di Indonesia meliputi perbankan syariah, fintech halal, pariwisata halal, industri kosmetik halal, fashion syariah, hingga sektor makanan dan minuman halal.

Amalia menambahkan, IMMO 2025 menjadi ajang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan arah perkembangan industri halal, peluang bisnis, serta tren yang akan mendominasi tahun ini. Selain itu, IMMO 2025 juga menampilkan laporan riset terbaru mengenai perubahan perilaku dan preferensi konsumen Muslim di Indonesia, yang dipresentasikan langsung oleh para ahli industri.

"Kalau memiliki produk jangan hanya jualan halal-nya saja tetapi kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan. Tantangan sebuah brand adalah istiqomah, istiqomah dalam berinovasi. Sebuah brand tidak hanya harus berfokus pada halal dan syariah tetapi juga pada sustainability-nya," ujarnya.

Amalia pun menekankan, bahwa inovasi sangat dibutuhkan untuk mempertahankan brand. "Karena halal bukan hanya soal agama. Indonesia jangan hanya menjadi pasar halal tetapi menjadi pemasok produk halal dunia," tandasnya.

Dalam IMMO 2025, Sa’adah Global menjadi salah satu narasumber dalam sesi talkshow halal yang membahas mengenai perkembangan ekosistem halal di Indonesia secara komprehensif. Sa’adah Global juga turut menghadirkan booth yang menjadi pusat informasi bagi para peserta yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sertifikasi halal, peluang ekspor produk halal, serta inovasi berbasis teknologi dalam ekonomi syariah. Melalui kehadiran ini, Sa’adah Global menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan bisnis halal yang inklusif dan berkelanjutan.

Gelaran IMMO 2025 juga menghadirkan berbagai pemimpin industri, pakar ekonomi syariah, serta pelaku bisnis halal yang membahas berbagai aspek dalam ekosistem pasar Muslim. 

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Halal (BPJPH), Haikal Hassan Harras yang biasa dipanggil Babe Haikal yang hadir dalam gelaran tersebut menyampaikan, bahwa BPJPH berkomitmen untuk membantu produk Indonesia semakin mudah, cepat dan transparan dalam mengurus Sertifikat halal.

"Industri halal memiliki potensi yang sangat besar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar global. Dengan populasi Muslim yang terus meningkat, permintaan akan produk dan jasa halal semakin tinggi. Ini adalah kesempatan bagi pelaku usaha untuk berinovasi dan memasuki pasar yang terus berkembang," ujarnya.

Muslim 5.0

Dalam gelaran ini Sa’adah Global berkolaborasi dengan Inventure yang memaparkan hasil survey konsumen yang telah dilakukan lebih dari 300 responden di Jakarta.

Hasil survey ini dituangkan dalam sebuah buku berjudul "Muslim 5.0" yang sangat informatif dan inspiratif.

Yuswohady, managing partner Inventure memaparkan temuan dari survey yang menarik. Ia mengatakan, "Sebuah brand Muslim tidak boleh hanya mengandalkan kemuslimannya saja, namun harus memiliki pembeda (differentiation) dari sisi funcitonal benefit (keunggulan fungsi) dan keuntungan emosional."

Adapun hasil survey konsumen meliputi antara lain:

1. Survei terhadap Produk Syariah

Survei dilakukan terhadap 340 responden di Jakarta, menunjukkan bahwa hanya 6% yang memiliki produk syariah, sementara 94% tidak memilikinya.

2. Manfaat Produk Syariah

Dari 6% yang memiliki produk syariah, manfaat yang dicari adalah fungsional, emosional, dan spiritual. Manfaat spiritual menjadi hal yang unik dan tidak ada di produk barat.

3. Alasan Memilih Produk Syariah

Responden yang memiliki produk syariah memilihnya untuk menghindari riba dan karena sesuai dengan ajaran agama, yang memberikan ketenangan hati.

4. Brand Muslim

Contoh brand seperti Wardah menunjukkan bahwa fokus pada nilai proposisi, teknologi, dan kualitas produk lebih efektif daripada hanya menekankan aspek halal.

Hasil riset menunjukkan bahwa meskipun ada kesadaran akan produk syariah, pangsa pasarnya masih sangat kecil. Untuk meningkatkan adopsi produk syariah, penting bagi pemasar untuk tidak hanya mengandalkan aspek keislaman, tetapi juga memperhatikan fungsi, emosi, dan kualitas produk. 

Pendekatan yang lebih inovatif dan beragam dalam pemasaran diperlukan untuk menarik lebih banyak konsumen Muslim dan memperluas pangsa pasar produk syariah.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur LSP Halal Kompeten Internasional, Sa’adah Global, Trisiladi mengungkapkan, kehalalaan fashion tidak hanya dilihat dari bahannya saja tetapi cakupannya juga lebih luas mengikuti ketentuan syariat, yaitu mengenai standar aurat yang sesuai ketentuan syariat islam.

"Dalam halal, untuk memastikan produk tersebut halal, harus mengikuti sistem Jaminan Produk Halalnya. Setiap usaha harus ada penyelia halal sebagai pihak yang bertugas memastikan proses Jaminan Produk Halal berjalan," ujarnya.

Kolaborasi dengan Exporthub.id Ecosystem

Sebagai bagian dari Exporthub.id Ecosystem, Sa’adah Global turut mendukung visi besar pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Exporthub.id Ecosystem sendiri merupakan platform strategis yang bertujuan untuk menjadi jembatan antara pelaku usaha halal Indonesia dengan pasar internasional.

Melalui kolaborasi ini, Sa’adah Global berupaya memperkuat rantai pasok industri halal, meningkatkan ekspor produk-produk syariah, serta mendorong digitalisasi layanan halal agar lebih efisien dan terjangkau bagi pelaku usaha.

Sebagai sponsor dalam IMMO 2025, Sa’adah Global tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan ekosistem halal, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun masa depan industri syariah.

Kehadiran booth interaktif Sa’adah Global memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi langsung dengan tim ahli mengenai berbagai aspek bisnis halal, mulai dari sertifikasi, peluang ekspor, hingga solusi teknologi untuk mendukung industri syariah.

Keterlibatan Sa’adah Global dalam Indonesia Muslim Market Outlook 2025 menandai komitmennya dalam membangun ekosistem halal yang kuat dan berstandar internasional. "Dengan dukungan Exporthub.id Ecosystem dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Sa’adah Global siap menjadi penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan industri halal di Indonesia dan memperluas akses pasar halal ke tingkat global," pungkas Amalia S. Prabowo.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →