BI: Perlambatan Ekonomi Kepulauan Riau Picu Kredit Bermasalah

Oleh : Ridwan | Jumat, 11 Agustus 2017 - 14:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Batam- Bank Indonesia mencatat, perlambatan ekonomi yang cukup signifikandi Kepulauan Riau pada triwulan II/2017 memicu angka kredit bermasalah atau non performing loan hingga mencapai 3,15 persen.

"Perlambatan ekonomi pada triwulan laporan memicu kenaikan kredit bermasalah sebesar 3,15 persen dibanding triwulan sebelumnya 2,35 persen," kata Kepala Perwakilan BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Jumat (11/8/2-17) Meski naik, tingkat NPL masih pada batas aman 5 persen.

BI juga mencatat Loan to Deposit Ratio Kepri sebesar 78,21 persen, menurun dibanding triwulan sebelumnya 78,87 persen.

Selain NPL, perlambatan ekonomi juga mempengaruhi pertumbuhan tahunan transaksi tunai dan non tunai yang menurun. Total outflow aliran ke luar bi Rp3.768 miliar, menurun 0,44 persen (yoy), demikian pula inflow Rp518 miliar, menurun 30,52 persen (yoy).

"Secara total, Kepri mencatatkan net outflow Rp3.343 miliar," kata dia.

Transaksi kliring juga melambat lebih dalam ada triwulan II 2017. Nominal transaksi kliring sebesar Rp3.529 miliar, menurun 36,18 persen (yoy) dengan jumlah warkat sebanyak 109.104 lembar, menurun 24,14 persen (yoy).

Sementara itu, di tengah perlambatan ekonomi, BI mencatat kinerja perbankan Kepri, bank umum dan BPR, tetap kuat, tercermin penguatan aset, DPK dan kredit.

"Total kredit tumbuh 3,87 persen (yoy) dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya 2,93 persen (yoy)," kata Gusti.

Penguatan kredit khususnya pada kredit investasi, sejalan aktivitas non bangunan yang relatif tetap kuat.

DPK menguat 7,6 persen (yoy) dibanding pertumbungan triwulan sebelumnya 6,93 persen (yoy).

Penguatan DPK khususnya pada jenis giro dan deposito, mengidikasikan di tengah surplus pendapatan pada masa Lebaran, pembagian THR dan gaji ke-13, masyarakat cenderung menghemat pengeluaran belanja dan menahan dananya di bank. Sedangkan total aset menguat 6,93 persen dianding triwulan sebelunya 6,11 persen.(Ant)

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →