Saatnya Bu Susi Fokus Urusi Garam

Oleh : Ridwan | Selasa, 08 Agustus 2017 - 13:19 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti yang selama ini kinclong dalam mengurus perikanan laut, khususnya pencurian ikan dari nelayan asing, kini diuji dengan kisruhnya pergaraman kita. Sayangnya, tidak ada yang bisa ditenggelamkan dalam urusan garam ini.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim Abdul Halim mengatakan, buruknya kinerja di Instansi terkait pergaraman ini tidak berhasil mendorong produksi garam serta meningkatkan kesejahteraan petambak garam.

Dia mengingatkan produksi garam pada 2016 hanya sebesar 118.056 ton atau setara 3,7 persen dari 3,2 juta ton yang menjadi target pemerintah pada 2016. "Agar hal serupa tidak terulang kembali, pemerintah mesti memperbaiki kinerjanya di bidang pergaraman dan lebih mengedepankan semangat gotong-royong demi tercapainya target swasembada dan meningkatnya kesejahteraan 3 juta petambak garam di Indonesia," kata Abdul Halim di Jakarta (8/7/2017).

Wakil Rektor bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar menjelaskan bahwa selama beberapa tahun ini kapasitas produksi garam nasional tidak menunjukan performa yang baik. Menurutnya itu merupakan suatu indikasi bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus mampu melakukan pembinaan terhadap petani garam untuk mengangkat hasil produksi garam lokal.

Dari situ aja sebetulnya sudah merupakan indikasi, mestinya dilakukan pembinaan petani garam ya oleh kementerian yang langsung terkait ya kementeriannya Bu Susi, karena turunannya ada disitu," kata Hermanto.

Sebelumnya Peneliti muda Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira mengatakan menurutnya pemerintah sebetulnya punya program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR), untuk mendongkrak produktivitas petani untuk menghasilkan garam, namun sayangnya program ini belum memberikan hasil yang memuaskan.

"ini tapi nggak jalan, realisasi bantuan tidak pernah mencapai 100 persen, target produksi garam dari PUGAR hanya 51,4 persen dari target. Jadi programnya sudah ada tapi tidak serius diawasi pemerintah," ungkap Bhima.

Peristiwa langkanya garam ini menjadi bahan evaluasi untuk pemerintah khususnya KKP agar kedepannya dapat mendorong petani garam, untuk memproduksi garam sesuai target. Persoalan yang simpel namun cukup membuat kalang kabut ini diharapkan tidak terjadi lagi ditahun-tahun berikutnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →