Kejar Target 35.000 MW, PLN Utang Rp12 Triliun
INDUSTRY.co.id -PT PLN (Persero) memperoleh pinjaman sindikasi perbankan dan lembaga nonbank dalam negeri dengan nilai Rp12 triliun.
Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, pinjaman berjangka waktu 10 tahun tersebut akan mempercepat penyelesaian program 35.000 MW.
"Kredit investasi dengan total komitmen sebesar Rp12 triliun akan digunakan membiayai keperluan investasi di bidang pembangkit, transmisi, distribusi dan sarana lainnya di Indonesia," ujar Sofyan dalam rilis kepada wartawan, Selasa (20/12/2016).
Sindikasi kreditur tersebut terdiri atas Bank Mandiri, BCA, BRI, Maybank, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Indonesia Eximbank.
Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan Sofyan Basir dengan pihak kreditur di Jakarta, Senin.
"Penandatanganan kredit investasi ini menunjukkan bahwa kami terus bekerja keras menyelesaikan tugas melistriki negeri, menyediakan listrik yang memadai dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Sofyan.
Menurut dia, penyediaan infrastruktur kelistrikan yang memadai tentunya dibutuhkan negara dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi.
Oleh karena itu, dukungan pendanaan juga menjadi penting dalam merealisasikan program investasi yang telah direncanakan.
Setiap tahun, lanjutnya, kebutuhan investasi kelistrikan di Tanah Air terus meningkat dengan sumber dana dari internal dan pinjaman.
Sofyan mengatakan, komitmen PLN membangun infrastruktur kelistrikan juga dibarengi dengan strategi pendanaan yang hati-hati dan konservatif yang antara lain dengan terus memperbesar porsi pendanaan dalam negeri atau rupiah dalam portofolio pinjaman.
"Kami tentu saja terus berupaya memaksimalkan porsi rupiah dalam pendanaannya agar terus mengurangi eksposur valas meskipun harus diakui bahwa sumber pendanaan valas masih diperlukan mengingat keterbatasan likuiditas pendanaan rupiah," katanya.
Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menambahkan, sindikasi lembaga keuangan bank dan nonbank merupakan implementasi komitmen perseroan mendukung pencapaian program Nawacita, khususnya pengadaan infrastruktur sebagai dasar pendukung kemandirian bangsa.
Manajemen PLN berpendapat kerja sama dengan sindikasi bank dan nonbank tersebut akan mendukung PLN dalam menjalankan fungsinya sebagai satu-satunya "integrated utility company" di Indonesia dalam penyediaan listrik, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan daya saing industri domestik dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.(iaf)