Penutupan Festival Erau Katim Dihadri 19 Duta Besar
INDUSTRY.co.id - Jakarta- Penutupan Festival Adat Kutai Erau atau Erau International Folk Arts Festival (EIFAF) dihadiri 19 duta besar negara sahabat di Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu (30/7/2017)
"Festival Erau ini sudah dikenal masyarakat luas dan menjadi festival terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia 2016," ujar Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari dalam sambutannya.
Rita Widyasari menjelaskan Festival Erau berhasil mendatangkan sebanyak 15.000 wisatawan setiap harinya ke Tenggarong. Selain itu penutupan Festival Erau itu juga dihadiri sebanyak 19 duta besar negara sahabat.
"Suatu kehormatan bagi kami didatangi sebanyak 19 duta besar negara sahabat".
Rita menjelaskan target pada pelaksanaan Festival Erau 2017 tercapai. Hal itu terjadi karena kerja sama yang baik dengan pihak Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura.
Rita menjelaskan penutupan Festival Erau merupakan momen spesial bagi masyarakat karena ada acara Belimbur, yakni tradisi penyucian diri sesudah Erau. Dia mengatakan Belimbur jika diiringi dengan niat yang tulus maka biasanya dikabulkan.
"Kami berharap ke depan festival ini lebih meriah lagi".
Festival Rakyat Internasional Erau atau Erau International Folk Arts Festival (EIFAF) yang diselenggarakan di Tenggarong, 22 Juli hingga 30 Juli diikuti delapan negara sahabat. Negara-negara tersebut yakni Korea Selatan, Jepang, Polandia, Bulgaria, India, Slowakia, Thailand, dan Taiwan.
Acara Belimbur dilakukan usai acara Mengulur Naga.Setelah acara "Ngulur Naga" atau "Mengulur Naga" selesai dilanjutkan acara "Belimbur". Belimbur dimulai setelah Air Tuli dari Kutai Lama tiba di Tenggarong, lalu digelar prosesi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehuddin II naik ke balai yang terbuat dari bambu kuning atau Rangga Titi.
Sultan kemudian memercikkan Air Tuli ke dirinya sendiri dengan mayang pinang lalu setelah itu, dipercikkan ke orang-orang di sekelilingnya. Saat Sultan memercikkan air ke orang di sekitarnya itulah yang menjadi tanda "Belimbur" dimulai.
Dari pantauan Antara, hampir di semua sudut kota dilakukan tradisi Belimbur. Masyarakat menanti di depan rumah dan menyiram orang yang lewat dengan air. Belimbur dilakukan dari pukul 11.00 hingga 15.00 WITA.