Sambangi Nigeria, Mendag Dobrak Pintu Dagang ECOWAS

Oleh : Ridwan | Kamis, 27 Juli 2017 - 16:39 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Lagos, Lawatan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita ke Nigeria disambut hangat Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Investasi Nigeria, Okechukwu Enelamah. Pasalnya, pengajuan proposal Persetujuan Preferensi Perdagangan (PTA) ke Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) dalam upaya untuk mendorong kinerja ekspor Indonesia direspon positif.

"Kita mengajukan PTA. Ini sudah bisa menyangkut secara keseluruhan, apakah bilateral atau dengan ECOWAS. Responnya sangat luar biasa," kata Mendag kepada wartawan di Lagos, Nigeria, Selasa 25 Juli 2017 waktu setempat.

Mendag mengatakan, rencana pemerintah mengajukan proposal PTA ke ECOWAS tersebut diantaranya untuk meminta penyesuaian tarif produk. Salah satu tarif yang dikenakan cukup tinggi adalah untuk komoditas minyak sawit mentah (CPO) yang mencapai 35% ke Nigeria.

"Soal CPO, mereka mengatakan agar Indonesia mengajukan list bersama dengan PTA. Mereka menyatakan bahwa PTA dan kerjasama lain itu bisa selesai dalam waktu singkat. Keinginan saya, neraca perdagangan seimbang, tidak mau ada defisit terlalu jauh," kata Enggar.

Direktur Riset Center of Reforms Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan bahwa memang kerja sama bilateral antara Indonesia dan Nigeria ini tidak menutup kemungkinan untuk membuka pintu dagang ke negara-negara ECOWAS tersebut. “Tidak menutup kemungkinan bisa menular juga ke negara-negara Ekowas itu,” kata Faisal ketika dihubungi wartawan (26/7).   

Ekonom yang medapatkan gelar Doktor bidang Ekonomi Politik dari University of Queensland, Australia ini  mengatakan bahwa Nigeria merupakan potensi pasar yang kuat, pasalnya, Nigeria adalah negara yang ekonominya terbesar di Afrika dengan jumlah penduduk mencapai 186 juta jiwa.

“Sekarang Nigeria termasuk salah satu negara yang ekonominya terbesar di Afrika, karena pertumbuhan penduduknya tinggi sekali, jadi potensi pasarnya besar. Jadi wajar, strategi yang bagus menjajaki komoditas apa saja yang bisa diekspor ke Nigeria,” tukas Faisal.

ECOWAS beranggotakan sebanyak 15 negara. Anggota-anggota ECOWAS tersebut adalah Nigeria, Benin, Burkina Faso, Tanjung Verde, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Pantai Gading, Liberia, Mali, Niger, Senegal, Sierra Leone, dan Togo.

Dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Nigeria tersebut, juga dihadiri Presiden ECOWAS Marcel De Sousa. Enggartiasto menyatakan bahwa Presiden ECOWAS tersebut juga memberikan respon positif kepada delegasi Indonesia untuk melakukan PTA.

"Presiden ECOWAS menyatakan, mereka tidak hanya mau ekspor saja, akan tetapi juga mendorong Economic Partnership Agreement untuk lebih banyak membuka peluang investasi karena mereka memerlukan lapangan kerja yang besar," pungkas Enggar.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →