Langkah Awal Penguatan Perekonomian Melalui Pariwisata Berbasis Masyarakat di Desa Kutu Wetan: Reog Ponorogo Tampil Pertama Kalinya di Bali

Oleh : Hariyanto | Senin, 18 Desember 2023 - 15:52 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bali – Salah satu kegiatan riset terapan didapat oleh dosen Universitas Presiden dan didanai oleh Kemdikbudristek tahun anggaran 2023. Riset terapan tersebut diketuai oleh Filda Rahmiati, Ph.D., beranggotakan Grace Amin, M.Psi. (psikolog), bersama tenaga ahli dalam bidang Pariwisata, Felix Goenadhi, M. Par., serta peneliti Tasya Zahwa Prayoga, S.M., yang bermitra dengan Kepala Desa Kutu Wetan, Didik Saksono, SH. 

Dalam kegiatan tersebut, tim Reog Ponorogo diberangkatkan ke Bali untuk melakukan pementasan. Perjalanan tim Reog Ponorogo ke Bali ini pun berhasil memukau dan dinikmati wisatawan domestik maupun mancanegara sesuai dengan tujuan utamanya yaitu untuk memperkenalkan wisata budaya, terutama tarian Reog Ponorogo ke masyarakat luas dan juga wisatawan mancanegara. 

"Kegiatan ini merupakan tujuan utama riset yang dibangun selama 3 tahun. Dimana tujuan utamanya yaitu menggerakan kembali pariwisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pementasan Reog Ponorogo ke Bali, membuka peluang memperkenalkan wisata budaya dan memperdalam pemahaman warisan Indonesia yang beragam dan menjadi pintu gerbang terbukanya pariwisata Desa Kutu Wetan," kata Filda Rahmiati. 

Dalam kesempatan ini, tarian Reog Ponorogo berhasil ditampilkan di 3 tempat yang berbeda yaitu di Puri Ubud, The Arma Festival 2023 dan The Green Kubu Restoran. Keberhasilan tim ini tak lepas dari bantuan penggiat Penggiat Desa Wisata, I Wayan Wadika yang memiliki pengalaman dalam memimpin upaya pemenang penghargaan Desa Wisata, Taro untuk mengeksplorasi pariwisata berbasis masyarakat dan mendukung masyarakat di seluruh Indonesia dalam mengembangkan pariwisata pedesaan. 

"Bagi tim kami, untuk memastikan adanya kolaborasi kita dapat saling menghargai budaya yang beragam di Indonesia dan memperkaya kebudayaan untuk dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas " kata Tasya Zahwa yang merupakan salah satu dari peneliti yang menyoroti upaya kolaboratif tersebut.

Perpaduan Reog Ponorogo dan pesona Bali yang memukau menjanjikan pengalaman yang unik dan memperkaya pengetahuan kesenian dan budaya bagi masyarakat dan juga wisatawan. Dengan adanya pementasan ini diharapkan kedepannya Kesenian Reog Ponorogo dari Desa Kutu Wetan akan lebih dikenal lagi. 

Grace Amin, yang merupakan seorang psikolog menyebutkan, dampak dari pementasan Reog Ponorogo ini kepada masyarakat Desa Kutu Wetan, akan dapat memberikan suntikan semangat dan kepercayaan diri masyarakat juga tim dari kesenian reog yang lebih besar lagi dalam melestarikan budayanya.

"Hal tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dengan mendatangkan wisatawan ke desanya," ujar Grace. 

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan akan dapat membuka peluang untuk Desa Kutu Wetan lebih dikenal sehingga akan menciptakan kunjungan Wisata Budaya dimana di Desa ini terdapat situs Suru Kubeng yang merupakan asal muasal adanya Ponorogo. 

Konon, Petilasan Suru Kubeng merupakan tempat semedi Ki Ageng Suryo Alam atau lebih dikenal dengan sebutan Ki Ageng Kutu dan pendadaran (pendidikan) murid-murid nya Ki Ageng Suryo Alam. Diharapkan kedepannya akan banyak pengunjung ke Desa Kutu Wetan untuk mempelajari wisata Sejarah juga Budaya.

Felix Goenadhi, tenaga ahli dalam bidang ekonomi pariwisata, memvisualisasikan manfaat ekonomi. Felix mencatat, Reog Ponorogo ke dalam lanskap pariwisata memiliki potensi untuk meningkatkan ekonomi lokal, menarik audiens yang lebih luas yang mencari pengalaman budaya otentik.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →