Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup ke Posisi 5.786

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 25 Juli 2017 - 12:53 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup ke posisi 5.786 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa (25/07/2017) tengah hari ini, turun 0,3% atau 15 poin dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di level 5.801.

Penurunan IHSG pada rehat tengah hari ini ini disebabkan oleh terpangkasnya harga 341 saham yang ditransaksikan pada sesi pertama perdagangan hari ini. Disamping itu, masih ada 130 saham yang harganya meningkat, 126 saham stagnan dan sebanyak 162 saham tidak ditransaksikan.

Total nilai jual-beli saham sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp2,4 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,43 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih bernilai Rp100 miliar. Tetapi mereka melakukan aksi pembelian saham bersih sebanyak 37 juta unit saham.

Penurunan IHSG di sesi pertama perdagangan hari ini disebabkan oleh terpangkasnya tujuh dari 10 indeks sektoral yang ada di BEI. Indeks sektor agrikultur mengalami penurunan terdalam, yaitu sebeasr 1,31% atau 23,35 poin ke posisi 1.761. Kemudian disusul oleh indeks sektor industri dasar dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing mengalami penyusutan 1,29% dan 1,21%.

Harga saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang harganya terpangkas 4,9% atau Rp160 menjadi Rp3.090 per unit, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya susut 2,8% atau Rp30 menjadi Rp1.025 per unit dan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang harganya turun 2,2% atau Rp225 menjadi Rp9.925 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yan menjadi top gainers adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya naik 3,2% atau Rp70 menjadi Rp2.240 per unit, saham PT Bumi Resouces Tbk (BUM) yang harganya meningkat 1,8% atau Rp6 menjadi Rp338 per unit dan saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya terangkat 1,7% atau Rp6 menjadi Rp368 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →