Kembangkan Industri Florikultura, Kadin Minta Pemerintah Siapkan Peta Jalan

Oleh : Ridwan | Senin, 24 Juli 2017 - 16:59 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tengah mendorong dengan berbagai cara untuk mengembangkan florikultura Indonesia khususnya bunga ke arah komersil agar memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

Ketua Komite Tetap Holtikultura Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Karen Tambayong mengatakan, Indonesia harus memiliki roadmap alias peta jalan pengembangan florikuktura jika ingin serius menggarap industri tersebut.

"Kita harus punya roadmap, desain besar pengembangan florikultura dan harus segera buat branding," ungkap karen saat menjadi pembicara pencanangan Hari Florikultura di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Ia menambahkan, florikultura sendiri memiliki cakupan yang amat luas, mulai dari tanaman lanskap, tanaman semusim, tanaman hias pot, ornamen kering, tanaman air, bunga dan daun potong hingga tanaman agar-agar.

Ada beberapa indikator yang menunjukkan bahwa florikultura dan hortikultura akan mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional, seperti keragaman plasma nutfah yang besar di tropis, iklim tropis di Indonesia yang memungkinkan banyak produk florikultura dan hortikultura di dunia bisa berkembang baik.

Selama ini, menurut Karen, produk florikultura yang banyak dibudidayakan baru bunga potong, daun potong dan anggrek. Padahal, produk-produk florikultura yang dapat dikembangkan di Indonesia amat banyak jumlahnya.

Menurut Karen, meningkatnya jumlah kalangan kelas menengah di Indonesia merupakan pasar potensial bagi industri florikuktura. Sebab, semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang, maka gaya hidupnya pun akan makin meningkat. "Gaya hidup kalangan menengah itu salah satunya ditandai dengan belanja produk-produk florikultura," terangnya.

Selain itu, kawasan wisata juga menjadi pasar potensial bagi industri ini. Ia kemudian merujuk pada Kota Tomohon yang sukses membangun citra sebagai Kota Bunga. "Tak hanya itu, produk-produk florikultura juga dibutuhkan untuk program penghijauan kota," katanya.

Lebih lanjut, Karen menegaskan, industri florikultura juga mampu menciptakan lapangan kerja yang besar. "Hanya saja, selama ini belum pernah ada survei yang mendata berapa banyak masyarakat yang terlibat dalam industri tersebut," pungkasnya.

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →