Kejar Visi The Unilever Compass, UNVR Pasang Panel Surya di Pabrik Jababeka

Oleh : Amru | Minggu, 15 Oktober 2023 - 16:30 WIB

INDUSTRY.co.id - Instalisasi panel surya di pabrik Unilever di kawasan industri Jababeka menjadi milestone penting bagi PT Unilever Indonesia Tbk dalam upaya berkelanjutan untuk mengurangi jejak lingkungan dengan mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan di seluruh rantai nilai Perusahaan.

Sejak dua abad yang lalu, industri telah menggunakan sumber energi fosil sebagai cara meningkatkan efisiensi kerja. Lantaran energi ini perusahaan industri mulai berkembang pesat.

Namun, meskipun sumber energi fosil membawa banyak manfaat, sayangnya juga membawa dampak negatif yang signifikan. Hal inilah yang kemudian membuat sumber energi fosil dikategorikan sebagai energi yang tidak ramah lingkungan karena disebut sebagai pemicu pemanasan global.

Kemudian, pada 1950-an, para ilmuwan mulai memperkenalkan energi ramah lingkungan salah satunya melalui teknologi panel surya dengan memanfaatkan matahari sebagai sumber energinya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. 

Penggunaan panel surya kini tak lagi hanya populer di Amerika Serikat maupun Eropa namun mulai merambah ke Asia termasuk Indonesia dimana sumber energi matahari-nya begitu melimpah.

Penggunaan panel surya kini semakin menjadi favorit. Banyak perusahaan atau industri nasional yang telah menerapkan penggunaan panel surya sebagai sumber energi listrik-nya, salah satunya PT Unilever Tbk. (UNVR).

Ya, salah satu market leader produk Kecantikan dan Perawatan Tubuh, hingga produk Makanan dan Minuman di Indonesia ini telah resmi melakukan instalasi panel surya berkapasitas 2,5 MWp pada pabrik Beauty & Wellbeing dan Nutrition yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang.

“Sebagai perusahaan yang telah beroperasi di Tanah Air selama hampir 90 tahun, Unilever Indonesia senantiasa mengambil aksi nyata melalui serangkaian program di bawah strategi global ‘The Unilever Compass’ yang pilar pertamanya adalah membangun planet yang lebih lestari,” ungkap Ira beberapa waktu lalu.

Menurutnya, peralihan ke energi surya sebagai sumber energi bersih, terutama di pabrik-pabrik Unilever di Jababeka Cikarang merupakan salah satu langkah konkret untuk mendukung agenda pemerintah Indonesia dalam hal energi terbarukan dan target Net Zero Emission. Selain itu upaya ini sejalan dengan visi besar perseroan.

Pemasangan panel surya pada dua pabrik Unilever itu juga menurutnya akan mampu menekan emisi CO2 hingga 1.500 ton per tahun, atau setara dengan penanaman 20.000 pohon.

Inisiatif ini sendiri, sambung Ira merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Unilever Climate Transition Action Plan (CTAP), yaitu serangkaian target yang dirancang Unilever secara global sejak 2021 guna mewujudkan peta jalan pengurangan emisi yang sejalan dengan ambisi Perjanjian Paris 2015 untuk menahan kenaikan rata-rata suhu bumi agar tidak melewati ambang batas 1,5 derajat celcius.

“CTAP telah menetapkan langkah-langkah Perusahaan untuk mengurangi emisi menjadi nol dalam operasinya pada 2030 dan menjadi nol bersih di seluruh rantai nilainya pada 2039,” tutur Ira.

Dikemukakan Ira lebih lanjut, selain menekan emisi, pemasangan panel surya ini juga turut mendukung upaya efisiensi yang terus dilakukan Unilever Indonesia di sisi operasional.

Pasalnya, di tengah harga komoditas yang masih fluktuatif, utamanya gas alam sebagai salah satu bahan utama pembangkit listrik, listrik yang diperoleh dari panel surya diyakini akan berpotensi untuk menghemat biaya.

“Ini adalah milestone penting bagi Unilever Indonesia dalam upaya berkelanjutan untuk mengurangi jejak lingkungan dengan mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan di seluruh rantai nilai Perusahaan. Semoga akan lebih banyak perusahaan bergabung dalam upaya yang sama, sehingga secara kolektif kita dapat menciptakan iklim perindustrian yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tutup Ira.

The Unilever Compass

Presdir Unilever Indonesia, Ira Noviarti menyampaikan bahwa pemasangan panel surya di pabrik Unilever  yang berada di kawasan industri Jababeka Cikarang merupakan realisasi dari visi besar perusahaan dalam hal tanggung jawab perusahaan dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

“Unilever adalah perusahaan yang dibangun atas dasar purpose (tujuan mulia). Menurutnya Purpose merupakan ‘jantung’ dari segala yang di lakukan, baik sebagai karyawan, brand, maupun perusahaan. Visi kami adalah menjadi pemimpin di pasar global dalam hal menciptakan bisnis yang berkelanjutan, yang berlandaskan tujuan mulia (purpose-led) dan mampu bersaing dimasa depan (future-fit),” tukas Ira Noviarti.

Ira menegaskan bahwa Unilever memiliki rekam jejak yang panjang sebagai perusahaan yang progesif dan bertanggung jawab. Rekam jejak ini dimulai pada saat pendiri Unilever, William Lever, pada 100 tahun yang lalu memperkenallkan sabun pertama yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, yaitu sabun Sunlight.

“Setelah lebih dari 87 tahun purpose kami tidak pernah berubah, kami ingin menjadikan kehidupan berkelanjutan sebagai hal yang lumrah untuk dimiliki. Kami selalu berupaya menciptakan masa depan yang lebih baik setiap harinya melalui produk-produk dan kampanye kami. Kami juga menginspirasi masyarakat untuk mengambil tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari agar dapat membuat perubahan bagi dunia.

Kami bertekad untuk mengelola dan menerapkan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan agar dapat terus berkembang seraya mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan dampak sosial positif bagi masyarakat,” jelas Ira.

Menurutnya, komitmen keberlanjutan Unilever telah dicanangkan sejak tahun 2010, komitmen tersebut  tercantum pada strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP) . Kini, setelah lebih dari 10 tahun penerapan USLP di Indonesia, Perusahaan memperkuat komitmen untuk menumbuhkan bisnis yang berkelanjutan yang berlandaskan pada tujuan mulia (purpose-led) dan relevan serta mampu bersaing di masa depan (future-fit), strategi ini dinamakan The Unilever Compass.

“Kami memiliki tiga kepercayaan bahwa brand dengan tujuan mulia akan bertumbuh (brand with purpose grow), perusahaan dengan tujuan mulia akan bertahan (company with purpose last) dan individu dengan tujuan mulia akan berkembang (people with purpose thrive),” jelasnya.

The Unilever Compass sendiri memiliki 3 fokus utama yaitu pertama membangun planet yang lebih lestari, kedua meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dan terakhir berkontribusi pada masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

“Kami percaya keberadaan kami akan bisa membantu membangun masa depan yang lebih cerah, karena bagi kami bisnis seharusnya mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi dunia,” kata Ira.

Industri Diminta Tiru Unilever

Dalam peresmian instalisasi panel surya pada pabrik Unilever di Jababeka, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta sektor industri untuk dapat memanfaatkan energi surya guna mendorong penciptaan sektor industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Kontribusi dari semua pihak sangat dibutuhkan, termasuk dari sektor industrial sebagai pengguna 31 persen dari total konsumsi energi nasional," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Jonni Afrizon saat peresmian instalasi panel surya pada pabrik unilever di Jababeka, Cikarang, (11/8/2023) lalu.

Menurutnya, pemanfaatan panel surya menjadi solusi optimal bagi sektor industri yang menggunakan energi dalam jumlah tinggi dan intensif, selain mampu mengurangi emisi gas rumah kaca, dan berkontribusi pada langkah transisi menuju energi terbarukan.

Oleh sebab itu, Kemenperin menyambut baik langkah Unilever yang telah membangun instalasi panel surya berkapasitas 2,5 MWp pada pabriknya.

"Kami sangat mengapresiasi PT Unilever Indonesia yang telah mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi secara signifikan dan menjadi contoh perusahaan di Kawasan Industri Jababeka melalui penggunaan panel surya. Kami juga memberikan apresiasi kepada PT Jababeka Tbk yang sudah mendorong dan mendukung para penyewa dalam pengurangan emisi, ekonomi sirkular sehingga terbentuk efisiensi pengelolaan industri," papar Jonni.