Agar Pelatihan Tepat Sasaran

Oleh : admin | Jumat, 14 Agustus 2015 - 00:43 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

Patricia Susanto, CEO The Jakarta Consulting Group

 

“Pelatihan ini tak ada gunanya. Hanya membuang-buang waktu saja.” Demikianlah komentar banyak karyawan yang kita jumpai setelah mengikuti pelatihan. Perusahaan tak boleh menganggap enteng hal ini. Apalagi sebuah hasil penelitian, yang mengungkapkan hanya 10 hingga 40 persen dari hasil pelatihan yang dimanfaatkan dalam pekerjaan. Dengan kata lain, baayak pelatihan yang tidak tepat sasaran. Padahal tak jarang perusahaan telah menggelontorkan banyak uang untuk melatih karyawannya dengan berbagai macam pelatihan.

Untuk menghindari salah sasaran, sejak awal perusahaan harus mengerti benar kebutuhan pelatihan bagi karyawannya. Pelatihan perlu diberikan bila karyawan menghadapi kendala dalam berkontribusi bagi pencapaian visi, misi, sasaran, dan strategi perusahaan. Kendala tersebut lantaran kurangnya pengetahuan dan keterampilan. Juga apabila perusahaan menghadapi tantangan-tantangan baru akibat perubahan lingkungan bisnis sehingga mensyaratkan dipelajarinya kompetensi-kompetensi baru. Dengan pelatihan yang tepat sasaran, pengetahuan, keterampilan, dan kinerjan akan terdongkrak.

Berikutnya, tujuan pelatihan haruslah jelas. Namun ini masih belum cukup. perusahaan harus menciptakan lingkungan yang secara aktif mendorong karyawan melakukan perubahan. Harus diingat, dengan pelatihan diharapkan terjadi perubahan. Namun, setiap perubahan pasti menimbulkan kegelisahan dan ketidaknyamanan. Untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perubahan, dukungan perusahaan hendaknya tidak berhenti meski pelatihan telah selesai.

Admin Lihat semua artikel →