Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Turun 28 Poin

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 18 Juli 2017 - 15:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup ke posisi 5.813 pada rehat tengah hari Selasa (18/07/2017) ini, turun 28 poin dibandingkan posisi pada penutupan kemarin di posisi 5.831. Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.812-5.831.

Total transaksi jual-beli saham di sesi pertama perdagangan hari ini tercatat Rp2,58 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,09 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual saham bersih (net selling) senilai Rp216 miliar, tetapi dengan volume pembelian bersih (net buying volume) sebanyak 3 juta unit saham.

Sebanyak sembilan dari 10 indeks sektoral BEI mengalami penurunan di sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks sektor properti mengalami penurunan terdalam, yaitu 1,1%. Kemudian diikuti oleh indeks sektor  pertambangan dan indeks sektor konsumer, masing-masing 0,8% dan 0,7%. Sementara itu, hanya indks sektor industri dasar yang mengalami kenaikan, yaitu sebesar 0,3%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya tergerus 3,8% atau Rp45 menjadi Rp1.155 per unit, saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang susut 2,4% atau Rp15 menjadi Rp605 per unit dan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang turun 1,9% atau Rp40 menjadi Rp2.050 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya naik 4,2% atau Rp14 menjadi Rp348 per unit, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang terangkat 2,2% atau Rp225 menjadi Rp10.325 per unit dan saham PT PP Properti Tbk (PPRO) yang meningkat 1,8% atau Rp4 menjadi Rp228 per unit. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →