Eterindo Wahanatama Ditargetkan Produksi 32.000 Ton TBS pada 2023

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 30 Juni 2023 - 20:04 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) ditargetkan akan memproduksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sebanyak 32.046 ton pada 2023 ini. Demikian diungkapkan, Drs. Eisen Wongso Wirya Surya, Presiden Direktur ETWA.

 

“Kami berpendapat prospek industri sawit tetap positif dalam jangka panjang karena fundamental permintaan minyak sawit yang tetap kuat,” ujar Eisen dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (30/06/2023).

 

Eisen mengemukakan, sebagai minyak pangan yang paling ekonomis, permintaan minyak sawit untuk pangan akan tetap tumbuh sejalan dengan berkembangnya populasi dan pendapatan perkapita di negara-negara berkembang.

 

“Di samping itu, permintaan minyak sawit juga akan didorong oleh permintaan bahan bakar nabati. Pasalnya, sejak 2013, minyak sawit telah menggantikan minyak kedelai sebagai bahan baku yang paling banyak digunakan untuk bahan bakar nabati,” jelas Eisen.

 

Eisen memaparkan, penjualan biodiesel pada 2023 ini ditargetkan mencapai 12.000 metrik ton (MT). Pasalnya, biodiesel merupakan produk dari minyak nabati yang memiliki sifat seperti solar. Minyak nabati tersebut diperoleh dari berbagai macam jenis tumbuhan, misalnya jarak, randu, kelapa sawit, ketapang, dan lain-lain.

 

“Pohon-pohon tersebut sangat mudah diproduksi, bahkan di lahan kritis sekalipun. Dengan luas lahan kritis di Indonesia lebih dari 20 juta hektar, biodiesel yang dihasilkan diproyeksikan bisa mengcover kebutuhan minyak tanpa mengganggu lahan produktif yang ada,” papar Eisen.

 

Eisen juga menuturkan, penjualan perdagangan kimia yaitu Glycerine ditargetkan sebanyak 1.320 MT, Acid Grease diproyeksikan sebanyak 256 MT dan Plasticizer diperkirakan sebanyak 1.400 MT pada 2023 ini.

 

“Perdagangan produk-produk kimia ini masih sangat berpotensi, mengingat kapasitas etilena hanya sebanyak 600.000 MT per tahun, sementara kebutuhannya sudah mencapai 1,3 juta MT per tahun. Sisanya masih harus diimpor,” imbuh Eisen.

 

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka manajemen ETWA kini sedang mencari investor baru untuk tambahan modal kerja, dan bernegosiasi dengan pihak ketiga termasuk dengan pihak bank mengenai kewajiban pelunasan utang.

 

“Kami juga senantiasa mengoptimalkan penjualan, memfokuskan diri pada pelayanan maksimal untuk menjaga customer yang telah ada, serta melakukan efisiensi di segala bidang,” tutup Eisen. ***

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →