Pan Brothers Tingkatkan Modal Dasar Jadi Rp2 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Juni 2023 - 20:41 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - PT Pan Brothers Tbk (PBRX) akan meningkatkan modal dasar perseroan dari Rp875 juta menjadi Rp2 triliun dengan nilai nominal per saham sebesar Rp25. Langkah tersebut juga akan meningkatkan jumlah saham dalam portepel dari 13.517.971.754 lembar menjadi 58.517.971.754 lembar.

“Setelah peningkatan modal dasar tersebut, maka jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh saat ini adalah 21.482.028.246 lembar. Peningkatan saham dalam portepel ini memungkinkan Perseroan untuk melakukan penerbitan saham baru ketika diperlukan,” ujar Iswar Deni, Corporate Secretary PBRX, dalam acara paparan publik di Jakarta, Kamis (22/06/2023).

Deni mengungkapkan, peningkatan modal dasar perseroan tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (22/06/2023).

Perseroan juga akan mengubah Anggaran Dasar Pasal 21 mengenai Rencana Kerja, Tahun Buku dan Laporan Tahunan Perseroan dan menyesuaikannya dengan POJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik Pasal 20 ayat (1), ayat (3) dan ayat (4).

Total penjualan perseroan sepanjang 2022 mencapai US$690 juta, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$689,4 juta. Sepanjang Januari-Maret 2023, total penjualan perseroan tercatat sebesar US$110 juta.

Total penjualan perseroan pada 2022 tersebut terdiri dari penjualan ke Amerika Serkat (AS) sebesar US$143,9 juta, Eropa senilai US$112 juta, Asia mencapai US$420,1 juta dan ke berbagai negara lainnya sebesar US$14 juta.

Total aset perseroan pada 2022 tumbuh 4% menjadi US$724,6 juta dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar US$696,6 juta. Pada triwulan pertama 2023, total aset perseroan mencapai US$718,5 juta.

Pada 2022, sekitar 98,1% dari barang-barang yang dijual perseroan berupa garmen dan sisanya sebesar 1,9% merupakan tekstil. Seluruh proses yang memaksimalkan kapasitas produksi Perseroan dilakukan melalui digitalisasi, otomasi dan upskilling di seluruh lini dengan total capex mencapai US$0,32 juta.

“Sementara itu, belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan ditargetkan sebesar US$5 juta pada 2023 ini,” imbuh Iswan Deni.

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →