Rehat Tengah Hari, IHSG Hanya Naik Dua Poin

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 17 Juli 2017 - 12:52 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik tipis 2 poin ke posisi 5.833 pada rehat tengah hari Senin (17/07/2017) dibandingkan dengan posisi pada akhir perdagangan pekan lalu di level 5.831. Sepanjang perdagangan perdana, IHSG bergerak pada kisaran 5.829-5.840.

Kenaikan tipis IHSG tersebut ditopang oleh peningkatan harga 155 saham. Akan tetapi masih ada 308 saham yang harganya melemah, 134 saham stagnan dan 172 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp2,64 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,66 miiar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual bersih (net selling) saham senilai Rp129 miliar dengan volume penjualan bersih (net selling volume) sebanyak 13 juta unit saham.

Sebanyak enam dari 10 indeks sektoral pada rehat tengah hari ini melemah. Indeks sektor perdagangan mengalami penurunan terdalam, yaitu susut sekitar 0,30% atau 2,78 poin ke posisi 910. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing terpangkas 0,22% dan 0,14%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah saham PT Adhi Karya Tbk (ADH) yang harganya turun 3,8% atau Rp80 menjadi Rp2.020 per unit, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang terpangkas 1,7% atau Rp6 menjadi Rp340 per unit dan saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang susut 1,6% atau Rp50 menjadi Rp3.070 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya terangkat 6,6% atau Rp130 menjadi Rp2.090 per unit, saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya meningkat 5,6% atau Rp18 me

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →