Jadi Emiten ke-20 BEI Tahun Ini, Harga MARK Melejit Hampir 50% di Perdagangan Perdana

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 12 Juli 2017 - 13:30 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) langsung melesat 49,6% menjadi Rp374 per unit pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/07/2017) jika dibandingkan dengan harga yang ditetapkan pada Penawaran Umum Perdana Saham (PUPS) sebesar Rp250 per unit.

“Pada PUPS ini, kami menawarkan 160 juta unit saham baru atau mencapai sekitar 21,05% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUPS tersebut,” ujar Yeoh Sen Book, Direktur Utama MARK, pada peresmian perdagangan perdana MARK serta pencatatannya di gedung BEI, Rabu (12/07/2017).

Yeoh mengemukakan, perseroan melalui PUPS ini meraih dana tambahan modal sekitar Rp40 miliar. Setelah dikurangi oleh biaya-biaya amunisi, sekitar 32,40% dari dana bersih PUPS tersebut akan digunakan untuk membeli tanah dan bangunan di Tanjung Morawa, Deli Serdang untuk ekspansi produksi.

“Sisanya sekitar 67,60% akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang bank di PT Bank Permata Tbk (BNLI),” pungkas Yeoh.

Dalam penyelenggaraan PUPS ini, manajemen MARK telah menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →