Coway Terus Edukasi Masyarakat Untuk Tingkatkan Kesadaran Akan Air Minum Aman Dan Berkualitas

Oleh : Nina Karlita | Kamis, 22 Desember 2022 - 23:39 WIB

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Coway pertama hadir di Indonesia pada tahun 2019 membawa solusi di situasi pandemi melalui varian produk air purifier bersertifikasi. Dikembangkan di Research and Development (R&D) Center di Korea Selatan, sejak awal, Coway selalu berupaya memberikan solusi untuk kehidupan yang lebih baik.

Coway menyediakan layanan purna jual ‘Heart Service’ yang dilakukan dua bulan sekali oleh Coway Lady (Cody) yang memberikan konsultasi untuk menjaga kualitas produk Coway. Hal tersebut menjadi perbedaan sekaligus unique selling point dari Coway.

“Masyarakat tidak hanya dapat menikmati air minum yang bebas dari bakteri, mikroplastik, dan logam berat, tetapi juga dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, yang dapat membantu penghijauan bumi,” jelas Tiger Hong, President Director Coway Indonesia

Komitmen Coway dalam membantu menciptakan lingkungan sehat telah terwujud melalui pembentukkan Coway Water Quality Lab (WQL). Resmi beroperasi pada 1 November 2022, laboratorium yang dikembangkan bersama dengan Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan (FTSL) ITB ini memfasilitasi pengecekkan kualitas air untuk calon pelanggan dan pemantauan kualitas air.

Kehadiran Coway Water Quality Lab juga diharapkan dapat mendukung Coway dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk terus meningkatkan kesadaran akan air minum aman dan berkualitas dan menjadi langkah awal Coway mencapai misinya sebagai ‘a total water solution company’ di tahun 2023.

Jika mengacu pada regulasi di Indonesia, air minum yang layak dikonsumsi harus memenuhi standar baku mutu berdasarkan Permenkes No. 492 Tahun 2010. Prasyarat yang paling mudah diamati adalah parameter fisik–termasuk bau, rasa, dan kekeruhan.

"Selain itu, Total Dissolved Solids (TDS) atau total kandungan zat dalam air tidak kasat mata,” papar Jane Gulo selaku Coway Water Quality Laboratory Manager.

Jane juga menambahkan, masyarakat tetap perlu memperhatikan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kelayakan air minum, seperti parameter mikrobiologi, yang berarti air harus terbebas dari bakteri coliform seperti e-coli.