PTPP Raih Kontrak Baru Hingga November 2022 Rp. 27,49 Triliun

Oleh : Wiyanto | Kamis, 15 Desember 2022 - 09:38 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id– PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka, terbesar, dan terdepan di Indonesia (“PTPP”) telah mencatat perolehan kontrak baru sampai dengan akhir November 2022 sebesar Rp. 27,49 triliun. Perolehan kontrak baru ini tumbuh 66,60% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp. 16,52 triliun.

Adapun perolehan kontrak baru yang berhasil diraih oleh PTPP periode November 2022 didominasi oleh sektor Gedung sebesar Rp. 2,5 triliun, sektor Infrastrukur sebesar Rp. 873 miliar, dan kontribusi Anak Usaha sebesar Rp. 2 triliun dimana sebagian besar berasal dari sektor hauling road service pertambangan.

Sampai dengan November 2022, kontrak baru dari BUMN (SOE) mendominasi perolehan kontrak baru PTPP dengan kontribusi sebesar 52%, disusul oleh Pemerintah (Government) sebesar 36%, dan Swasta (Private) sebesar 12%. Komposisi perolehan proyek tersebut terdiri dari Induk sebesar 75% dan Anak Usaha sebesar 25%. Sedangkan, berdasarkan lini bisnis perusahaan komposisi perolehan kontrak baru perusahaan terdiri dari lini bisnis jasa konstruksi sebesar 80% EPC sebesar 15%, Anak Usaha sebesar 5%.

Untuk mencapai target di akhir tahun 2022 ini, PTPP tengah menunggu hasil pengumuman dari beberapa tender yang telah diikuti, diantaranya dari sektor Gedung sebanyak 3 (tiga) proyek dan sektor Infrastruktur sebanyak 4 (empat) proyek. Selain itu, saat ini kami juga masih menunggu hasil pengumuman 2 (dua) paket proyek di luar negeri dan beberapa tender dari anak usaha.

“PTPP berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp. 27,49 triliun sampai dengan akhir November 2022. Saat ini, PTPP masih menunggu hasil pengumuman dari beberapa tender yang telah diikuti. Dengan total raihan perolehan kontrak baru tersebut, PTPP optimis dapat menembus target perolehan kontrak baru yang telah ditetapkan oleh manajemen, yaitu sebesar Rp. 31 triliun,” ujar Bakhtiyar Efendi selaku Sekretaris Perusahaan PTPP kepada Media.