Jumlah Orang Diabetes Capai 19,5 juta, P&G Health Ajak Masyarakat Deteksi Dini Risiko Neuropati Diabetik dengan NEUROMETER

Oleh : kormen barus | Rabu, 09 November 2022 - 13:51 WIB · 6 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta– Di Indonesia, jumlah orang dengan diabetes terus meningkat dari 10,7 juta pada 2019 menjadi 19,5 juta pada tahun 2021 naik dari peringkat tujuh ke peringkat lima untuk jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Orang dengan diabetes umumnya juga mengalami neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf tepi yang ditandai dengan gejala seperti kebas, kesemutan, rasa tertusuk-tusuk, hingga sensasi panas atau terbakar. Ini sejalan dengan data yang menjelaskan bahwa 50% orang dengan diabetes (1 dari 2 pasien diabetes) menderita Neuropati Perifer2 yang merupakan salah satu faktor yang mengganggu kualitas hidupnya.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 12 November 2022 dan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November 2022, P&G Health Indonesia melalui brand Neurobion, melanjutkan edukasi mengenai neuropati dengan meluncurkan kampanye “Hidup Bebas Tanpa Kebas dan Kesemutan” dan terobosan terkini, NEUROMETER, yakni aplikasi penilaian risiko neuropati pertama di Indonesia. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Menurut International Diabetes Federation (IDF) Atlas edisi ke-10, saat ini setidaknya 1 dari 10 orang atau sebanyak 537 juta orang di dunia hidup dengan diabetes. Apabila tidak ada intervensi, angka ini diproyeksikan akan meningkat, mencapai 643 juta pada tahun 2030 dan 784 juta pada tahun 2045.1

General Manager Personal Healthcare, P&G Health Indonesia, Maithreyi Jagannathan mengatakan, “P&G Health, melalui brand Neurobion, telah berkomitmen meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai neuropati perifer dan pentingnya menjaga kesehatan saraf lebih dari 1 dekade. Diabetes merupakan penyebab utama dari neuropati perifer  dimana pertambahan jumlah penderita neuropati perifer seiring dengan bertambahnya jumlah orang dengan diabetes.

Sebagai mitra dari International Diabetes Federation (IDF), P&G Health berkomitmen mendukung Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pemahaman mengenai diabetes dan komplikasinya termasuk neuropati perifer dan kerusakan saraf. Dan sebagai bagian dari upaya ini, dalam rangka World Diabetes Day, kami meluncurkan kampanye “HIdup Bebas Tanpa Kebas dan Kesemutan” dan memperkenalkan aplikasi penilaian risiko neuropati pertama di Indonesia, NEUROMETER, yang dapat memberikan informasi dan alat deteksi dini yang mudah digunakan untuk mendukung penanganan neuropati perifer yang cepat.”

Ketua Tim Kerja Diabetes Melitus, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Esti Widiastuti M, MScPH mengatakan, “Peningkatan angka orang dengan diabetes sangatlah memprihatinkan. Untuk itu, Pemerintah mengupayakan pengendalian penyakit diabetes sekaligus penyakit penyertanya, seperti neuropati diabetik.

Pada neuropati diabetik, pemerintah bekerjasama dengan organisasi profesi telah menyusun upaya tata laksana  mengurangi nyeri karena  neuropati diabetik.

Nyeri neuropati diabetik kerap menimbulkan keluhan tidak hanya fisik, namun juga memengaruhi mood dan kualitas hidup penderita diabetes. Nyeri yang berlangsung kronik bahkan dapat menyebabkan timbulnya keluhan depresi.  Dengan tata laksana ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup orang dengan diabetes. Kami mengapresiasi inisiatif P&G Health atas komitmen terus-menerus dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dengan edukasi neuropati dan kesehatan saraf secara umum, juga pentingnya deteksi dini yang dapat diakses dengan aplikasi NEUROMETER untuk  menilai tingkat risiko neuropati”

Sekretaris Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), DR. Dr. Wismandari, SpPD, K-EMD menjelaskan, “Diabetes adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Permasalahan yang ada saat ini terkait penyakit diabetes adalah sebagian besar (sekitar 3 diantara 4 orang) penderita diabetes tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit diabetes dan kurangnya kesadaran terhadap kontrol berkala.

Orang dengan diabetes memiliki risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, arteri perifer, retinopati diabetik, nefropati diabetik dan neuropati. Komplikasi diabetes, selain dapat menimbulkan kematian, juga dapat mengurangi kualitas hidup, contohnya gangguan neuropati diabetik yang dapat membuat penderita tidak menyadari bila ada luka pada tubuhnya. Oleh karena itu, orang dengan diabetes harus teratur melakukan konsultasi atau kontrol ke dokter, patuh pada rekomendasi penanganan yang diberikan oleh dokter dan melakukan deteksi dini risiko penyakit penyerta.”

Dokter Spesialis Saraf, DR. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes,Sp.S menjelaskan, “Rasa kebas, kesemutan, rasa seperti tertusuk, dan sensasi panas atau terbakar di tangan dan kaki merupakan gejala umum dari neuropati yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien.

Kerusakan saraf dapat bersifat irreversible jika lebih dari 50% serabut saraf telah rusak . Untuk itu, deteksi dan penanganan sedini mungkin sangat penting dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi vitamin B neurotropik yang telah terbukti efektif menurunkan gejala neuropati diabetik sebesar 66% berdasarkan Studi Klinis 2018 NENOIN.  

Berdasarkan Studi Klinis 2018 NENOIN, mengonsumsi satu tablet berisi Vitamin B1 (100mg), B6 (100mg) dan B12 (5000mg) selain dapat mengurangi gejala neuropati secara efektif, juga terbukti aman digunakan dalam jangka panjang oleh orang dengan diabetes.

Brand Director Personal Healthcare P&G Health Indonesia, Anie Rachmayani mengatakan, “Kampanye “Hidup Bebas Tanpa Kebas dan Kesemutan” terdiri dari berbagai kegiatan seperti seminar, pelaksanaan Neuropathy Check Point di 8 titik di Jakarta & sekitarnya, dan edukasi awam melalui media sosial dan peluncuran NEUROMETER, aplikasi penilaian risiko neuropati pertama di Indonesia, yang dapat diakses melalui akun Instagram Neurobion, yakni @Neurobionid.

NEUROMETER berisi beberapa pertanyaan yang dapat menilai risiko seseorang terhadap neuropati. Aplikasi berbasis web ini bukan merupakan alat diagnosis mandiri dan tidak menggantikan diagnosis medis. Namun, hasil dari penilaian risiko ini dapat membantu untuk dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter.

Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Hakim M. Dkk, terapi menggunakan kombinasi vitamin B1 (100mg), B6 (100mg) dan B12 (5000mcg) fixed dose efektif untuk mengurangi gejala neuropati perifer (mati rasa, kesemutan, nyeri seperti ditusuk dan terbakar, yang diukur menggunakan TSS (Total Symptom Score) hingga 62.9% dari baseline setelah terapi 90 hari, seperti yang terlihat dalam penelitian non-interventional ini (dipublikasikan dalam Asian Journal of Medical Science, 2018), dan hasil ini tidak bergantung pada penyebab dari neuropati Perifer, dan juga memperlihatkan perbaikan kualitas hidup pada pasien.

Perbaikan gejala secara bermakna terlihat setelah 14 hari. Perbaikan gejala berlangsung secara terus menerus sejalannya waktu, dan karena itu dianjurkan pemberian terapi lebih lanjut. Kombinasi vitamin B1 (100mg), B6 (100mg) dan B12 (5000mcg) fixed dose ditoleransi dengan baik selama penelitian berlangsung (90 hari).

Neurobion, ahli perawatan saraf dari P&G Health pertama kali diluncurkan di Austria pada tahun 1962 dan merupakan pemimpin pasar dalam produk kombinasi vitamin B neurotropik. Vitamin B neurotropik adalah vitamin yang memberikan manfaat untuk mencegah dan mengobati neuropati (kerusakan sel saraf) dengan gejala kesemutan dan kebas karena kekurangan vitamin neurotropik pada kekurangan asupan, gangguan penyerapan, meningkatnya kehilangan di ginjal, maupun meningkatnya kebutuhan. Neurobion bisa didapatkan dengan bebas (OTC).

P&G melayani konsumen di seluruh dunia dengan salah satu portofolio terkuat dari merek-merek terpercaya, berkualitas dan terkemuka yang beroperasi di sekitar 70 negara di seluruh dunia. P&G Health, divisi kesehatan P&G, mendorong inovasi yang berpusat pada konsumen agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan lebih bersemangat.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →