Pengamat Tegaskan Gula Rafinasi Aman dan Layak Dikonsumsi

Oleh : Ridwan | Selasa, 04 Juli 2017 - 15:39 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pengamat pengembangan industri, Yusran Rachmat mengatakan, anggapan gula rafinasi berbahaya jika dikonsumsi langsung oleh masyarakat dinilai tidak benar. Namun, informasi tersebut terlanjur beredar luas di sosial media.

"Saya tidak tahu mengapa gula rafinasi tiba-tiba disebut berbahaya jika dikonsumsi, informasi itu tidak benar," kata Yusran Rachmat dalam siaran persnya, Selasa (4/7/2017).

Menurutnya, gula rafinasi adalah proses yang dilakukan untuk mengolah raw sugar (bahan gula yang berasal dari tebu dan belum siap dikonsumsi) menjadi gula kristal putih. "Dari mulai  bahan baku, proses rafinasinya, hingga pengepakan, dan pengangkutan itu semua harus memenuhi standart yang dituangkan melalui sertifikasi dan standarisasi SNI," ujar Yusran.

Namun, lanjut dia, seiring dengan temuan Satgas Mafia Pangan terkait gula rafinasi, berita tentang berbahayanya gula rafinasi beredar di media dan sosial media.

"Ini terjadi di Makassar, ditemukan 800 kg Gula rafinasi dalam kantong berukuran kecil. Tapi yang ditahan malah 15.000 ton yang jelas berbeda dengan yang 800 kantong kecil itu. Itu dua hak yang berbeda. Jika perusahaan kan punya ijin lengkap, disertifikasi dan memenuhi standarisasi SNI, Satgas harus juga berimbang melihat persoalan ini. Gula rafinasi itu bukan barang haram, itu kebijakan pemerintah juga." ujar Yusran.

Yusran juga menjelaskan agar publik tidak keliru memahami gula rafinasi. "Gula rafinasi itu aman dan layak dikonsumsi oleh publik secara langsung, sebagaimana gula biasa. Bahwa ada aturan mengenai distribusi gula rafinasi yang hanya diperuntukkan untuk industri, itu soal lain," terangnya.

Yusran menghimbau agar jangan menyebarkan informasi tidak benar bahwa gula rafinasi mengandung zat berbahaya. "Ini sama saja dengan bahan bakar minyak untuk industri dan untuk publik, secara kualitas dan kandungan sama saja," pungkasnya.

 

 

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →