Terus Inovatif Pada Produk Makanan Beku, Sekar Bumi Optimistis Perluas Pasar Ekspor dan Domestik
INDUSTRY.co.id, Jakarta – Tetap bertahan di tengah persaingan produk olahan makanan beku, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) terus berinovasi, menciptakan diversifikasi produk-produk unggulannya. Sebagai produsen makanan beku, PT Sekar Bumi Tbk terus berupaya memperluas pasar, baik lokal maupun ekspor. Dengan teknologi dan fasilitas olahan yang dimiliki, SKBM optimistis perluasan pasar terutama untuk produk makanan olahannya bisa meningkat.
“Khusus untuk ekspor, Amerika Serikat masih menjadi pasar tujuan utama produk makanan olahan PT Sekar Bumi Tbk saat ini. Namun di tengah situasi pasar global yang tidak menentu saat ini, kami tetap optimis bahwa produk makanan olahan kami dapat terus berkembang dengan kreasi dan inovasi produk-produk baru yang menarik dan diminati konsumen,” kata Direktur PT Sekar Bumi Tbk. Howard Ken Lukmito, di ajang Trade Expo Indonesia ke-37, yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Sabtu (22/10).
Howard menegaskan, sebagai perusahaan nasional pihaknya siap meningkatkan ekspor secara berkesinambungan. “Apalagi saat ini dukungan Pemerintah Indonesia begitu besar untuk mendorong pertumbuhan ekspor,” ujarnya.
Siap Tembus Pasar China dan Kawasan Middle East
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan pemangku kepentingan terkait mengadakan Trade Expo Indonesia ke-37, mulai 19 sampai 23 Oktober 2022. Pameran business to business internasional ini memfasilitasi interaksi antara para sellers dan buyers potensial yang dibawa oleh seluruh Kantor Perwakilan Indonesia di luar negeri. Lebih dari 795 pelaku usaha dan 2.800 buyers dari 176 negara ambil bagian dalam kegiatan ini.
Melalui even ini, PT Sekar Bumi Tbk siap melakukan ekspansi ke pasar China dan kawasan Middle East, salah satunya Dubai, setelah sukses menembus pasar Amerika Serikat. Dengan berbagai varian baru dari hasil pengembangan produknya, SKBM optimistis mampu memperluas pasar ekspor yang saat ini menguasai lebih dari 90 persen pendapatannya.
Sedangkan di Amerika Serikat sendiri, SKBM akan terus menambah jumlah custemer-nya melalui perluasan wilayahnya dan masuknya produk-produk baru dari olahan hasil laut berkualitas premium.
“Dari sisi ekspor kami fokus pada produk yang lebih bernilai tambah seperti ebi furai, udang yang dimarinasi, maupun cooked shrimp ring,” paparnya.
Keberadaan PT Sekar Bumi Tbk di event tersebut sedikit berbeda, karena perusahaan ini mendapatkan space khusus dari Kementerian Perdagangan. PT Sekar Bumi Tbk merupakan peraih penghargaan Primaniyarta tahun lalu, yang merupakan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor, dan menjadi teladan bagi eksportir lainnya.
Mulai Fokus Perluas Pasar Domestik
Seiring dengan selesainya pembangunan pabrik di Tangerang pada tahun 2018, SKBM pun mulai fokus untuk mengembangkan pasar domestik. Kendati baru menyumbang 10 persen dari total pendapatannya, namun SKBM optimis dengan pertumbuhan pasar domestik yang ada. Untuk pasar domestik, SKBM sudah mensuplai untuk wilayah Jawa dan Sumatera. Kedepan, SKBM sedang mempersiapkan diri untuk ekspansi ke wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Lombok.
“Untuk pasar dalam negeri, kami meluncurkan banyak produk baru. Dalam merek Bumifood yang menargetkan segmen premium, kami meluncurkan Fish & Chips yang merupakan makanan sekali saji yang praktis. Kami juga memiliki produk lain seperti Gyoza, Okado dan lain-lain. Di brand Mitraku kami fokus meningkatkan ketersediaan produk untuk UMKM baik ritel maupun pasar tradisional. Mitraku adalah singkatan dari Mitra Keluarga sehingga kami ingin mengembangkan UMKM lokal sejalan dengan pertumbuhan eksponensial kami sendiri. Kami berharap sinergi dengan pasar domestik ini dapat membantu mengedukasi lebih banyak orang terhadap produk seafood,” jelas Howard lagi.
Pertumbuhan Bisnis Sekar Bumi
Howard menerangkan, terhitung sejak lima tahun lalu, penjualan produk makanan olahan SKBM naik lebih dari 100 persen. Pada tahun 2017 nilai penjualan SKBM sebesar Rp. 1,8 triliun, sedangkan pada tahun 2021, nilai penjualan mencapai Rp. 3,85 triliun. Sedangkan penjualan makanan olahan beku Perseroan naik 63% yoy per Juni 2022 dibandingkan periode tahun lalu, dan diproyeksikan akan terus bertumbuh.
Saat ini, lanjutnya, Sekar Bumi terus meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor. Untuk itu, pihaknya tengah mengembangkan pabrik pengolahan hasil laut di Tangerang dan Sidoarjo. Produk makanan olahan tersebut kemudian dipasarkan di bawah merk Bumifood dan Mitraku.
“Kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang berjumlah sekitar 270 juta orang mencapai lebih dari 100 ton ton/hari. Dengan data ini kami sangat yakin bisa mengembangkan pasar di segmen makanan. Apalagi pandemi Covid 19 dinilai semakin reda, sehingga mobilitas masyarakat kembali hampir seperti sedia kala. Pekerja kembali ke kantor, anak kembali beraktivitas di sekolah. Jadi produk-produk kami seperti yang baru-baru ini kami baru luncurkan seperti fish & chips dan ebi furai untuk bekal anak sekolah, maupun produk hotpot seperti dumpling dan dimsum sangatlah diminati keluarga,” paparnya.
Di ajang Trade Expo Indonesia ini, PT Sekar Bumi Tbk mengeluarkan produk inovasi makanan olahan hasil laut dengan label Bumifood Fish n Chips 200gr. Produk ini dirancang mencukupi kebutuhan kalori, karbohidrat, protein dan lemak untuk satu kali konsumsi.