Konstruksi Tol Pekanbaru-Padang Seksi Preioritas Signifikan

Oleh : Herry Barus | Selasa, 19 Juli 2022 - 10:52 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Pekanbaru-  – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus melanjutkann pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) termasuk proyek Tol Ruas Padang – Pekanbaru sepanjang 254,8 Km yang dibangun secara bertahap dengan tujuan untuk memperlancar konektivitas antar dua Provinsi yakni Riau dan Sumatra Barat.

Pembangunan jalan tol ini ditugaskan kepada Hutama Karya selalu Pengembang Proyek dengan berkolaborasi bersama PT HK Infrastruktur (HKI) dan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk (Wika) selaku kontraktor utama untuk seksi prioritas yang masuk dalam tahap I pembangunan. Dimana HKI bertanggung jawab untuk konstruksi di Seksi Pekanbaru – Bangkinang (40 km) dan Seksi Sicincin – Padang (36 km) sedangkan Wika bertanggung jawab di Seksi Bangkinang – Pangkalan (25km). Adapun estimasi nilai investasi pada proyek Tol Pekanbaru – Padang ini adalah Rp 80,41 Triliun dengan pembiayaan yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN), ekuitas lainnya, dan pinjaman.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan bahwa hingga saat ini proses konstruksi di Jalan Tol Pekanbaru – Padang yang terbagi atas 6 seksi berjalan cukup baik terutama untuk 3 seksi prioritas.

“Untuk ruas Pekanbaru – Padang, saat ini kami fokus pada 3 seksi prioritas dengan progress konstruksi cukup signifikan yakni Seksi 6 Pekanbaru – Bangkinang yang sudah mencapai 83% dimana untuk Km 9 sd Km 40 sudah selesai 100% dan telah dilakukan Uji Laik Fungsi Jalan Tol oleh BPJT dan pihak terkait lainnya, Seksi 5 Bangkinang – Pangkalan dengan progress 60%, dan Seksi 1 Padang – Sicincin mencapai 45%. “

Sedangkan sisa ruas tol lainnya yakni Seksi 4 Pangkalan – Payakumbuh (58km), Seksi 3 Payakumbuh – Bukittinggi (34 km), dan Seksi 2 Bukittinggi – Sicincin (38km) masih dalam tahap perencanaan,” terang Koentjoro.

Di samping proses konstruksi, pembebasan lahan juga berjalan cukup baik utamanya pada ruas tol Pekanbaru – Bangkinang. Meski demikian, Hutama Karya tidak memungkiri bahwa

perusahaan kerap dihadapkan oleh kendala di lapangan dimana pembebasan lahan di wilayah Sumatra Barat masih menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan hingga saat ini.

“Di ruas tol Padang – Sicincin, dengan kendala lahan yang sempat dihadapi, perusahaan hanya dapat mengebut konstruksi tol sesuai dengan lahan yang telah dibebaskan. Namun seiring berjalannya waktu dan dukungan dari berbagai stakeholder setempat, kami dapat kembali on track dalam menyelesaikan target pembangunan. Kami mengapresiasi seluruh koordinasi yang baik antar pihak sehingga diharapkan pembangunan Tol Pekanbaru – Padang ini dapat berjalan lancar dan kembali berjalan sesuai target yang telah ditentukan,” terang Koentjoro.

Kehadiran Tol Pekanbaru – Padang nantinya akan membawa manfaat positif bagi perekonomian dan pariwisata kedua wilayah setempat. Tol ini pun nantinya akan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Padang ke Pekanbaru dari 9 jam via jalan arteri menjadi kurang lebih 3 jam via jalan tol dengan kecepatan rerata 80 Km/jam.

Tak hanya memangkas waktu perjalanan, jalan tol ini akan membuka konektivitas antar-wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik. Selain itu juga, tol ini akan menghubungkan dua pelabuhan laut yang berada di Padang dan Dumai, Riau serta akan mengefisienkan mobilitas orang dan barang

“Tol Pekanbaru – Padang direncanakan terdiri dari 8 Simpang Susun, 3 On/Off Ramp, dan 12 Gerbang Tol. Kami pastikan usaha maksimal untuk percepatan pembangunan tol ini baik dari sisi konstruksi, maupun pembebasan lahannya,” tutup Koentejoro, Direktur Operasi III Hutama Karya.

Terbaru, Hutama Karya telah mengajukan permohonan terkait pengalokasian Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam RAPBN tahun anggaran 2023 sebesar Rp 30,56 Triliun untuk percepatan pembangunan ruas-ruas JTTS, antara lain akan digunakan untuk penyelesaian ruas Padang – Sicincin sebesar Rp5,339 miliar.

Herry Barus Lihat semua artikel →