Target Harga CTRA Diturunkan Jadi Rp1.370 per Saham

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 20 Juni 2017 - 15:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Eveline Liauw, analis Indo Premier Sekuritas, memangkas target harga saham PT Ciputra Development (CTRA) sekitar 14% menjadi Rp1.370 per saham dibandingkan target sebelumnya sebesar Rp1.560 per saham. Kendati demikian, CTRA masih direkomendasikan BELI.

Penurunan target harga CTRA tersebut ditetapkan seiring dengan penurunan target marketing sales 2017 yang dilakukan Indo Premier Sekuritas menjadi Rp7,7 triliun dibandingkan proyeksi marketing sales sebelumnya sebesar Rp8,5 triliun. Kendati demikian, target baru marketing sales 2017 CTRA tersebut masih lebih tinggi 14% dibandingkan dengan realisasi pada 2016 lalu.

“Penurunan target marketing sales 2017 CTRA tersebut disebabkan oleh lemahnya pencapaian marketing sales perseroan selama Januari-Mei 2017 yang menghasilkan laba yang relatif flat pada tahun ini,” ujar Eveline Liau di Jakarta, Selasa (20/06/2017)

Evaline berpendapat, kendati proyeksi harganya sudah dipangkas hingga 14%, namun saham CTRA masih disukai pelaku pasar karena diversifikasi portofolio perseroan dan para konsumen produk-produk perseroan yang umumnya dari kelas menengah ke bawah cukup tangguh.

Pada Mei 2017, perseroan meraih marketing sales Rp1 triliun. Itu memang sebuah prestasi luar biasa mengingat marketing sales CTRA pada April 2017 cuma Rp400 miliar. Lonjakan marketing sales pada Mei 2017 itu ditopang oleh penjualan produk-produk properti baru di Citraland Cibubur, Bogor, Jawa Barat dan di Citraland Talassa City, Makassar, Sulawesi Selatan.

Berbagai produk properti yang ditawarkan perseroan di Citraland Cibubur difokuskan untuk konsumen menengah-bawah, sedangkan yang di Citraland Talassa City untuk kelas menengah. Kedua proyek hunian ini dibangun dengan skema joint operation. Perseroan sudah menjual 157 unit di Citraland Cibubur dan 170 unit di Citraland Talassa City.

Penjualan produk-produk properti perseroan di kedua lokasi memberikan kontribusi sebesar Rp600 miliar bagi marketing sales perseroan pada Mei 2017. Sisanya berasal dari proyek-proyek yang sudah ada, terutama dari berbagai proyek perseroan yang berlokasi di Maja, Provinsi Banten dan Surabaya, Jawa Timur.

Kendati marketing sales terlihat baik, namun total marketing sales CTRA pada Januari-Mei 2017 hanya sebesar Rp2,6 triliun, atau baru sekitar 31% dari target marketing sales 2017 yang lama, yakni sebesar Rp8,5 triliun. Padahal, rasio pencapaian target marketing sales perseroan selama lima bulan pertama 2016 sudah mencapai 39%. Karena itu, dari data-data tersebut, maka terlihatlah cukup logis bagi Indo Premier untuk menurunkan target harga saham CTRA kedepan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →