Harga Masih Mahal, INKOPPAS Sambut Baik Penunjukan Menko Luhut untuk Tangani Persoalan Minyak Goreng
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Masih hangatnya Issue minyak goreng di beberapa daerah menjadi Trending Topik dalam negeri dari pantauan harga bahan minyak goreng yang masih sangat mahal jelang ekspor yang telah dibuka dan datangnya hari Idul Adha.
Ketua Hubungan Antar Lembaga Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) Andrian Lame Muhar menyambut baik ditunjuknya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) untuk menangani persoalan minyak goreng.
“INKOPPAS menyambut baik siapa pun yang ditugaskan pemerintah untuk membantu masyarakat dan pedagang dalam menanggulangi masalah minyak goreng yang berlariut-larut,” ucap Andrian Lame yang dikutip INDUSTRY.co.id, Senin (30/5/2022).
“Mudah-mudahan ditunjuknya pak Luhut Binsar Panjaitan (LBP) sebagai leader untuk memantau pergerakan minyak goreng dari hulu ke hilir membawa angin segar,” tegasnya.
Andrian menilai LBP berkompeten di bidang kelapa sawit, "mungkin beliau sangat tahu kenapa sih harga minyak goreng masih sangat tinggi, masih kadang-kadang langkah, masih seperti apa kendalanya, " tukas Andrian.
Menurutnya, dia aktif juga di bidang bisnis, " Saya harapkan Pak LBP saya rasa sangat mempunilah untuk menanggulangi itu. Dan sekarang permasalahan nya sekarang minyak goreng subsidi sanagat sulit juga jalannya karena diatur di kemenperin untuk soal pendistribusian minyak goreng subsidi masih mengalami kendala. Karena, D1 dan D 2 nya" katanya.
Dia menilai, semua produsen minyak goreng juga agak kesulitan dengan beberapa aturan di Kemenperin bahwa dalam aturan itu pedagang di INKOPPAS harus melampirkan NPWP. "Karena tidak semua pedagang punya NPWP, " katanya.
Namun demikian, Andrian menyatakan pihaknya terus melakukan konsolidasi agar minyak goreng bisa terus tersalurkan, terkait harga minyak goreng yang dirasakan masih terlalu tinggi, Andrian mengakui, sebenarnya pedagang menjerit dengan harga minyak goreng yang masih tinggi.
“Dia sangat tahu, kenapa sih harga minyak goreng masih tinggi. Kadang masih langka, apa sih kendalanya. Masalah di hulunya seperti apa, di hilir seperti apa. Saya rasa LBP orang yang mumpuni mengatasi hal itu,” ungkap Andrian.
"Contoh Inkoppas Kemarin mendapatkan dari Apical 100 Ton/hari dan sekarang sedang dikonsolidasikan selalu, mudah-mudahan saja dapat bergerak dengan cepat sebelum lebaran sudah mulai bergerak ke daerah-daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta samapi ke daerah Sumatera dan kita terus konsolidasikan subsdidi terus bisa di sosialisasikan," ujar Andrian.
Andrian melihat langkah pertama yang dilakukan LBP yaitu ingin mengaudit perusahaan sawit sangat baik, Karena dengan harga tinggi, konsumen menurun. Sehingga penghasilan mereka menurun.
Lantaran itu, katanya, para pedagang menurunkan spread keuntungan mereka. Supaya harganya terjangkau masyarakat. “Dari audit mungkin bisa dilihat kenapa harganya bisa tinggi. Lalu, kenapa bisa langka,” terangnya.
Langkah-langkah yang dilakukan LBP dinilai bagus karena diperiksa dari hulunya. “Kita lihat langkah dia selanjutnya. Mudah-mudahan LBP bisa bekerja dengan baik. Bisa membantu Presiden dalam menanggulangi permasalahan minyak goreng,” cetusnya.