Dibuat Geram Gara-gara Impor Baja dan Tekstil, Ini Respon Menko Luhut

Oleh : Ridwan | Selasa, 12 April 2022 - 14:45 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan dibuat geram karena masih marak impor baja dan tekstil di Indonesia. Hal tersebut, jelasnya, dapat mematikan industri dalam negeri.

Padahal barang-barang tersebut sudah ada yang diproduksi di dalam negeri sehingga menurut Luhut impor semacam itu sebenarnya tidak diperlukan.

"Tadi kita lihat tekstil ternyata masih banyak sekali impornya mematikan nanti industri tekstil kita, tadi baja masih banyak impor mematikan nanti industri baja kita yang tidak perlu, padahal kita sudah produksi," kata dia dalam Business Matching Tahap II di Smesco, Jakarta (11/4).

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa melalui sistem yang terdigitalisasi akan ketahuan siapa saja yang melakukan impor barang-barang dari luar negeri.

"Nah tadi karena dengan sistem digital ini semua ketahuan dan siapa yang membuat itu kita tahu, tadi kita sudah ngerti siapa ini semua lakukan ini," sebutnya.

Bukan hanya itu, digitalisasi, jelas Luhut akan dapat meminimalisir praktik korupsi. Sebab, digitalisasi akan menciptakan transparansi.

"Dengan digitalisasi nanti korupsi pun akan kurang karena orang mau korupsi bagaimana? semua angkanya itu akan transparan," tambahnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →