Megapolitan Developments Bagi Dividen Rp6,7 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Juni 2017 - 17:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Manajemen PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2016 bernilai total Rp6,7 miliar (Rp2 per saham) pada Juli 2017.

"Total dividen yang dibagikan itu mencapai 10,25% dari laba bersih 2016 perseroan yang secara konsolidasi bernilai Rp65,5 miliar," ujar Fanny S. Sutanto, Direktur sekaligus menjabat sebagai Corporate Secretary EMDE, kepada wartawan pada konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di The Bellagio Residence, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/06/2017).

Fanny mengemukakan, para pemegang saham dalam RUPST tersebut menyetujui besarnya dividen yang dibagikan itu untuk tahun buku 2016 tersebut. Sementara itu, sisa laba bersih 2016 yang bernilai Rp58,8 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk cadangan modal perseroan.

Fanny juga mengungkapkan, penjualan pemasaran EMDE pada tahun ini ditargetkan Rp330-345 miliar, lebih tinggi 10-15% dibandingkan dengan realisasi 2016 sebesar Rp300 miliar.

Sementara itu, demikian Fanny, penjualan EMDE pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp363,48-380 miliar atau diharapkan tumbuh sekitar 10-15% dibandingkan realisasi pada 2016 sebesar Rp330,44 miliar.

Untuk mencapai target penjualan tersebut, maka manajemen EMDE mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp500-600 miliar. Sekitar 60% dari dana belanja modal tersebut berasal dari pinjaman Bank BTN dan sisanya sekitar 40% berasal dari kas internal perseroan. Dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan berbagai proyek properti perseroan yang sedang berjalan. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →