Bank BTN Tawarkan Bunga Obligasi antara 7,65-8,9% per Tahun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 13 Juni 2017 - 15:36 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berencana menerbitkan obligasi I/2017 senilai Rp5 triliun dan ditawarkan kepada publik. Dalam penerbitan tersebut, manajemen BBTN menawarkan bunga antara 7,65-8,9 per tahun.

“Obligasi senilai Rp5 triliun yang kami tawarkan ini akan terdiri dari empat seri, yaitu Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D,” ujar Adi Setianto, Direktur BBTN, kepada wartawan dalam acara paparan publik usai rapat uji tuntas di Jakarta, Selasa (13/06).

Adi mengemukakan, bunga obligasi Seri A berjangka 3 tahun ditawarkan antara 7,65-8,3% per tahun, Seri B dengan tenor 5 tahun antara 7,95-8,5% per tahun, Seri C berjangka 7 tahun antara 8,2-8,7% per tahun dan Seri D bertenor antara 8,3-8,9% per tahun.

Adi menjelaskan, seluruh dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit Bank BTN yang masih berprospek, sekaligus untuk mendukung Program Sejuta Rumah, yang merupakan program nasional pemerintah Presiden Joko Widodo.

Adi menuturkan, dalam penerbitan obligasi tersebut, manajemen Bank BTN telah menunjuk PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan PT Trimegah Sekurtias Indonesia Tbk (TRIM) sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Selain itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditunjuk sebagai Wali Amanat.

Penerbitan obligasi yang memperoleh peringkat idAA+ (double A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) itu adalah bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Bank BTN bernilai total Rp10 triliun. Obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Juli 2017 setelah ditawarkan pada 3-7 Juli 2017. Sedangkan penawaran awal obligasi tersebut akan diselenggarakan pada 13-19 Juni 2017. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →