Biden, Minyak Rusia, dan Energi Bersih
INDUSTRY.co.id - Melalui akun Twitter @POTUS (9/3/2022 WIB), Biden mengumumkan kebijakan pelarangan impor minyak dan gas Rusia. Terdapat sejumlah tweet lanjutan (9/3/2022 WIB) yang dikirimkan oleh Biden untuk menjelaskan kebijakan baru ini.
Pertama, Biden menyampaikan sikap pelarangan impor ini mendapatkan dukungan dari Kongres Amerika Serikat dan rakyat Amerika Serikat.
Kedua, Biden menjelaskan akan melakukan langkah untuk meminimalisir dampak kebijakan pelarangan impor minyak dan gas kepada kenaikan harga.
Ketiga, Biden menyatakan pentingnya untuk menjadi negara yang memiliki kemandirian energi dan menjadi negara yang memiliki energi bersih.
Keempat, Biden menyampaikan solusi untuk memperoleh harga energi yang rendah bukan dengan cara memperlemah peraturan lingkungan hidup.
Menurut Biden cara yang semestinya dilakukan adalah dengan menjadikan Amerika Serikat negara berenergi bersih. Lebih lanjut, Biden menyampaikan Amerika Serikat tidak perlu kuatir dengan kenaikan biaya bensin apabila yang digunakan adalah kendaraan listrik.
Kebijakan yang disampaikan oleh Biden terlihat jelas akan berdampak pada dua hal strategis. Pertama, seperti yang Biden sampaikan di Twitter kebijakan ini akan langsung menyasar ke bagian penting perekonomian Rusia. Kebijakan ini akan berdampak pada kemampuan pembiayaan perang yang dilakukan Rusia.
Kedua, kebijakan yang disampaikan Biden sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat penguatan energi bersih rendah karbon di Amerika Serikat. Sektor yang salah satunya disebut adalah industri kendaraan listrik yang dianggap sebagai salah satu solusi untuk mendukung kemandirian energi.
Berbicara kendaraan listrik di Amerika Serikat, kurang pas, apabila tidak membahas Tesla. Sebelum kebijakan pelarangan impor minyak dan gas diumumkan Biden, hubungan Biden dan Musk sempat tegang di Twitter karena Biden seperti enggan menyebutkan kata “Tesla” ketika berbicara mengenai kendaraan listrik dan hanya menyebut perusahaan lain (2/3/2022, WIB).
Namun demikian, beberapa hari lalu hubungan Biden dan Elon semakin membaik sewaktu Musk mengirimkan tweet balasan “Cool!” ketika akun Twitter @OwenSparks_ mengirimkan video di mana Biden mengakui keberadaan Tesla sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di Amerika Serikat (5/3/2022, WIB).
Biden sepertinya menyadari perlunya dukungan Musk dalam melaksanakan kebijakan ini dan mengambil sikap merangkul Musk secara tidak langsung.
Sikap Biden untuk tidak mengendurkan agenda perubahan iklim dengan tidak memperlemah peraturan lingkungan hidup dikarenakan persoalan Rusia sudah tepat. Mengambil kebijakan yang tidak pro terhadap perubahan iklim hanya akan memperburuk persoalan. Apa yang Biden lakukan adalah memanfaatkan permasalahan dan menjadikan suatu momentum untuk percepatan suatu hal yang baik.
Oleh: Handa S. Abidin, S.H., LL.M., Ph.D.
Dosen pada Konsentrasi International Law di President University