Siswa SMKN 1 Cimahi Ciptakan Eyeroom, Solusi Bantu Lansia dan Tunanetra Bedakan Obat

Oleh : Hariyanto | Kamis, 24 Februari 2022 - 15:09 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Berangkat dari memahami kesulitan yang dihadapi lansia serta tunanetra dalam mengelola kondisi kesehatannya, pada program Samsung Innovation Campus (SIC) 2020/2021, empat siswa SMKN 1 Cimahi; Bella Anggraeni Putri, Intan Nur Fathonah, Miana Nurhaliza, dan Salwa Nurul Aisyah, menciptakan sebuah aplikasi yang diberi nama Eyeroom.

Informasi yang diterima INDUSTRY.co.id, Kamis (24/2/2022) menyebut bahwa Eyeroom menggunakan teknologi pemindaian gambar dan transkrip suara yang bertujuan membantu lansia dan penyandang tunanetra agar bisa membedakan obat dengan mudah.

“Kami terinspirasi dari kondisi di sekitar lingkungan kami, yaitu para orang tua yang mengalami kesulitan melihat karena ada masalah pada bagian mata. Hal ini menjadi cikal bakal Eyeroom. Tak hanya itu, kami juga mencari informasi dari para apoteker dan siswa jurusan farmasi untuk menambah fitur pada aplikasi website kami yang nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Bella.

Eyeroom mampu mengidentifikasi obat tanpa kemasan maupun obat dengan kemasan, serta dilengkapi fitur voice note dalam penyampaian informasi terkait obat tersebut. Mulai dari deskripsi, review, sampai opsi retail online untuk pembelian obat.

Selain itu di halaman daftar obat juga terdapat fitur scan, baik obat yang memiliki kemasan maupun tidak. Dengan cara memindainya melalui kamera gawai, fitur ini bahkan mampu mendeteksi obat dan menampilkan deskripsinya dengan akurasi hingga lebih dari 90 persen.

Karenanya, selain dapat membantu para lansia dan penyandang tunanetra, aplikasi ini juga dibuat dengan tujuan membantu mempermudah praktikum siswa jurusan farmasi, serta membantu permasalahan apoteker saat ada konsumen membawa obat tanpa kemasan.

Proses pengerjaan aplikasi Eyeroom, mulai dari analisa hingga proses coding, berjalan selama sekitar empat bulan. Miana mengaku, di awal pembuatan aplikasi mereka sempat mengalami kesulitan dalam perumusan masalah.

“Hal sulit yang kami temukan adalah saat menentukan arah dan tujuan aplikasi kami. Namun kami bisa mengatasinya dengan cara menganalisa kembali hal-hal apa saja yang kami targetkan dan prioritasnya,” terangnya.

Berkat inovasi dari keempat siswa SMKN 1 Cimahi ini, Eyeroom berhasil mendapatkan peringkat dua dalam SIC Project Competition 2021, yang diselenggarakan sebagai puncak dari program SIC 2020/2021.

Siswa SMKN 1 Cimahi harus bersaing dengan 396 siswa lainnya, hingga lolos tahap seleksi untuk mengikuti bootcamp SIC secara intensif selama 12 minggu berturut-turut, guna mendapatkan pendampingan dan memperdalam pembelajaran coding dan programming, yakni Problem Definition, Design Thinking; UX/UI (user experience/user interface), dasar-dasar pemrograman website seperti HTML, CSS, Javascript; serta memberikan akses networking komunitas belajar lintas sekolah bersama para mentor yang ahli di bidangnya.

Para siswa SMKN 1 Cimahi juga berhak mengikuti Full-stack Web Development Bootcamp dan Career Preparation di tahun ini, untuk menyiapkan mereka menjadi talenta digital siap kerja di salah satu dari 150 partner Skilvul – mitra Samsung dalam menjalankan program SIC.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →