Apakah Normal atau Tidak Normal, Pentingnya Ketahui Penyebab Keputihan

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 08 Februari 2022 - 15:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Mungkin sebagian wanita pernah mengalami keputihan, yaitu kondisi saat vagina mengeluarkan cairan atau lendir berwarna putih ataupun bening pada pakaian dalam. 

Ada banyak faktor yang menyebabkan wanita bisa keputihan. Tetapi, kondisinya bisa berbeda-beda pada setiap wanita. 

Menurut dr. Eyleny Meisyah Fitri, Sp.KK ada beberapa faktor yang menyebabkan keputihan pada wanita. Tetapi, perlu diketahui terlebih dulu tanda gejala keputihan yang dialami. Ia mengatakan, keputihan ada yang normal dan abnormal. 

"Kalau keputihan normal, cairannya tidak banyak, tidak berbau, tidak ada rasa gatal ataupun perih. Biasanya ini dipengaruhi hormonal misalnya sebelum menstruasi atau saat hamil," katanya pada saat acara ZAP Virtual Media Meet Up dengan tema "Pentingnya Menjaga Peremajaan Miss V", Jakarta, Selasa (8/2/2022). 

Selain itu, untuk keputihan yang abnormal atau tidak normal juga ada ciri-cirinya. "Kalau yang abnormal biasanya tercium bau macam-macam misalnya, bau amis, asam ataupun busuk. Itu pun juga beda-beda penyebabnya. Kalau bau asam diakibatkan oleh jamur, kalau bau busuk disebabkan oleh protozoa dan amis disebabkan karena bakteri," tambahnya.

Lebih lanjut, dokter spesialis kulit dan kelamin di ZAP Premiere ini juga memberitahukan jenis warna dari keputihan yang abrnormal. 

"Perlu diketahui kalau warna keputihan abnormal itu berwarna dari putih kekuning-kuningan, lalu kehijau-hijauan. Kemudian, jumlah cairannya banyak, ada rasa gatal, perih seperti terbakar. Kadang kala keputihan dibarengi darah yang disebabkan kondisi keganasan (kanker serviks)," jelasnya.

Lantas, bagaimana cara menanggulanginya?

dr Eyleny menyarankan untuk periksa ke dokter terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan penyebab keputihan.

"Hal pertama pergi ke dokter untuk dilakukan screening di awal, diperiksa dulu. Nanti diobati juga disesuaikan oleh kondisi penyebab keputihan lalu dianjurkan atau tidak untuk dikontrol lebih lanjut," tukasnya.