Menperin Agus dan Menag Yaqut Kolaborasi Bangun Kewirausahawan di Pondok Pesantren

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 18 Desember 2021 - 11:18 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan seluruh pihak guna mendorong pengembangan ekosistem industri halal nasional, termasuk pengembangan wirausaha mandiri di lingkungan pesantren diseluruh Indonesia.

"Dalam rangka membina kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren, Kemenperin telah melaksanakan program Santripreneur. Sejak tahun 2013 kami telah membina 88 Ponpes dan 10.200 santri," kata Menperin Agus dalam acara Indonesia Halal Industry Award 2021 yang dihadiri langsung oleh Wapres Maruf Amin di Jakarta, Jumat (18/12/2021).

Untuk menunjang program tersebut, lanjut Menperin, pihaknya juga melakukan kolaborasi antar lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Agama.

"Karena itu pada kesempatan ini akan kami tandatangani pula nota kesepahaman antara Kemenperin dan Kemenag dalam rangka penumbuhan dan pengembangan wirausaha industri di lingkungan Pesantren," tandas Menperin.

Sementara itu, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi dan menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Kemenperin dan Kemenag.

Menurut Yaqut, kerjasama ini dijalin agar kedua pihak bisa saling mendukung untuk pengembangan eksositem ekonomi halal nasional.

"Saya kira ini sangat baik. Kerjasama ini akan menjadi kolaborasi yang apik sehingga program kemandirian pesantren dapat maksimal hasilnya sesuai harapan kita bersama," pungkas Gus Yaqut dalam penandatanganan MoU tersebut.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →