TNI AL dan SAR Gabungan Terus Laksanakan Pencariaan Korban Erupsi Semeru Lumajang
INDUSTRY.co.id - Lumajang- Tim Satgas Kemanusiaan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Bersama Tim SAR Gabungan, terus melaksanakan pencarian terhadap korban erupsi gunung Semeru. Hari ini proses pencarian harus dihentikan sementara akibat cuaca buruk dan munculnya Asab tebal berwana hitam, dengan di barengi hujan. berlokasi di Desa Curah Koboan Kec. Candipuro Kab. Lumajang. Rabu (15/12/2021)
Lettu Laut (P) Eko Meiyanto selaku Perwira Satgas Bencana Semeru Lanal Banyuwangi memerintahkan untuk menghentikan Pencarian dan evakusi korban Semeru dan kembali ke Posko tepatnya di Desa Penanggal Kec. Candipuro Kab. Lumajang.
“Äsap dan hujan mengakibatkan jarak pandang sangat tergangu, sehingga proses pencarian harus dihentikan”kata Lettu Eko, salah seorang perwira TNI AL dari Pangkalan TNI AL Banyuwangi. Seperti diinformasikan Dispenal
Lebih lanjut menurutnya, personel yang ditugaskan merupakan gabungan dari personel TNI-POLRI, BNPB, BPBD beserta Basarnas. Proses pencarian dan Evakuasi akan dilanjutkan Kembali setelah cuaca di wilayah tersebut kembali normal.
Sementara itu Abdul Muhari, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menginformasikan Pos Komando (Posko) memastikan pelayanan dasar warga terdampak terpenuhi, mulai dari kebutuhan dasar, kesehatan hingga sektor pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar tidak boleh berhenti meskipun dalam kondisi darurat. Ini menjadi salah satu kebijakan pembelajaran paska erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs. Agus Salim, M.Pd. menyampaikan pihaknya telah bergerak sejak awal untuk merespons kebutuhan pendidikan di wilayahnya. Ia mengatakan, kebijakan yang ditekankan pada sektor ini yaitu proses pembelajaran pada wilayah terdampak bersifat situasional dan kondisional. Hal tersebut mengingat kondisi yang dihadapi setiap anak berbeda dan fasilitas pendidikan yang terbatas setelah sarana dan prasarana terdampak bencana.
Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang bersama berbagai pihak telah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara darurat. Pada hari ini, Selasa (14/12), Pos Komando Penanganan Darurat Dampak Awan Panas dan Guguran Erupsi Gunung Semeru melaporkan dinas terkait dengan bantuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memberikan bantuan berupa tenda untuk proses belajar-mengajar. Dinas Pendidikan bersama Sekretariat Nasional Sekolah Pendidikan Aman Bencana dan organisasi non pemerintah meluncurkan program ‘Yuk Kembali Sekolah’ sehingga anak didik dapat kembali bersekolah.
“Kami dan jejaring mitra pendidikan yang tergabung dalam klaster pendidikan, berharap agar proses pendidikan tidak terhenti walaupun dalam situasi darurat,” ujar Nasrus Syukroni, Emergency Response Spesialist Plan Indonesia, di Kabupaten Lumajang, pada Selasa (14/12).
Lebih lanjut, ia menyampaikan sekitar dua ribu anak dari 24 sekolah terdampak harus tetap mendapatkan akses ke pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lumajang yang telah mengeluarkan surat intruksi untuk segera kembali sekolah,” tambahnya.
Pada masa tanggap darurat, dinas pendidikan setempat juga mengeluarkan kebijakan penilaian akhir semester (PAS) susulan kepada anak didik yang terdampak erupsi Semeru.
Berdasarkan data dinas pendidikan, sebanyak 24 sekolah tidak dapat digunakan karena bangunan terdampak material vulkanik. Sedangkan sejumlah sekolah dimanfaatkan sebagai pos pengungsian warga terdampak. Identifikasi dari dinas pendidikan, sebanyak 21 sekolah yang bisa digunakan sebagai tempat pengungsian sementara. Untuk memenuhi fasilitas pendidikan karena kondisi tersebut, klaster pendidikan mendirikan tenda sekolah darurat. Pada Senin kemarin (13/12), pembelajaran darurat di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro telah dilakukan oleh dinas pendidikan.