DGIK Incar Proyek Pemerintah Lebih Besar di 2022
INDUSTRY.co.id– Jakarta - PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) menyebutkan tahun depan dapat meningkatkan porsi proyek yang dari pemerintah.
"Tahun depan porsi pemerintah akan lebih besar ketimbang swastanya. Saat ini memang swastanya yang besar," kata Budi Susilo, Direktur Utama PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk di Jakarta, Rabu (24/11/2021).
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk agenda tunggal yaitu Penetapan Susunan Dewan Pengurus Perseroan. Seperti diketahui, pada 6 Oktober 2021, PT Global Dinamika Kencana (GDK) telah mengakuisisi 51,85% saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK).
Dengan akuisisi tersebut, GDK menjadi pemegang saham pengendali yang baru di DGIK. GDK adalah perusahaan investasi yang memiliki sejumlah perusahaan di bidang properti, infrastruktur, konstruksi, Reseach & Development, Medical Device Manfacturing dan Hi-Tech Healthcare Solution. Di bidang infrastruktur, properti dan konstruksi GDK juga memiliki PT Dirgantara Yudha Artha (Dirgantara). Dirgantara berdiri sejak tahun 1990. Dirgantara sudah berpartisipasi dalam proyek-proyek konstruksi nasional, seperti infrastruktur bandara (Runway & Hangar), kawasan industri, jalan raya, jalan tol, dan yang terbaru dalam pembangunan proyek Tol Cikopo Palimanan.
Pembelian mayoritas saham DGIK tersebut merupakan langkah strategis bagi GDK untuk memperbesar dan memperkuat bisnis di bidang infrastruktur, properti dan konstruksi yang telah digeluti grup perusahaan selama 31 tahun terakhir.
Pasca akuisisi, GDK telah melakukan konsolidasi secara internal dengan melakukan beberapa perbaikan dan penguatan dimana pelaksanaan RUPSLB hari ini merupakan bagian tahap akhir dari proses konsolidasi berupa penguatan dan menjadi tahap awal dimulainya proses Turn Arround Story untuk memperbesar kontribusinya dan memperluas bisnisnya di sektor infrastruktur. Direktur Utama PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. Bapak Budi Susilo, mengungkapkan Fokus DGIK setelah konsolidasi internal ini adalah produktivitas, efisiensi dan Good Corporate Governance (pengawasan yg ketat) dalam menjalankan bisnis oleh sebab itu kami sangat bersungguh-sungguh.