Kabar Baik! Menperin Agus: Kebijakan Relaksasi PPnBM Bakal Berlanjut Hingga Tahun Depan

Oleh : Ridwan | Rabu, 17 November 2021 - 17:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Tangerang - Pemerintah memberi sinyal bakal mengevaluasi kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru yang masa berlakunya habis pada akhir tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyambangi gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSad City, Tangerang, Banten, Rabu (17/11/2021).

Menurut Agus, kebijakan diskon PPnBM dimungkinkan untuk dilanjutkan pada tahun depan lantaran telah berkontribusi mendorong pertumbuhan di sektor-sektor pendukungnya.

"Bapak Presiden (Jokowi) menyampaikan program PPnBM yang akan berakhir sampai tahun ini bisa saja dievaluasi oleh pemerintah (untuk dilanjutkan)," katanya.

Menperin Agus menjelaskan, meskipun pemerintah mengalami penurunan pendapatan dari penjualan produk otomotif, namun sumber pendapatan lainnya tetap tumbuh. Bahkan pertumbuhan PPnBM dari sektor lain bisa naik hingga 6 kali lipat.

"Perhitungan cost dan benefitnya ada. Pemerintah dari luxury cost memang berkurang tapi ada benefit di tempat lain. I kalau kita hitung 6 kali lipat dari industri pendukung otomotif mulai dari tier 1 atau tier 2 dan IKM," tuturnya.

Sektor otomotif memang bisa dibilang punya industri pendukung yang banyak. Bisa dijabarkan mulai dari industri aksesori, spare part, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, insentif PPnBM bisa saja dievaluasi oleh pemerintah.

“Jadi PPnBM mungkin dievaluasi, kita lihat nanti. Paling penting kita lihat benefitnya, cost sudah tentu ada, tapi kalau dia membawa benefit yang lebih tinggi, kita akan evaluasi,” tuturnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →