Yiho Sultan Group Terus Lakukan Investasi Dorong Sektor Properti Indonesia Pasca Covid-19
Jakarta- Memasuki masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, semua sektor industri bergerak. Tidak terkecuali bidang properti yang perlahan bangkit menjadi penggerak roda ekonomi.
Pandemi Covid-19 tidak membuat sebagian pengembang menghentikan rencana bisnisnya. Salah satunya Yiho Sultan Group yang merupakan perusahaan yang berbasis di China dan memiliki perwakilan di Singapura dan Hongkong.
CEO Yiho Sultan Group Richard Oh mengatakan, Yiho Sultan Group hadir melakukan investasi ke Indonesia membuka lapangan pekerjaan untuk membantu menggerakkan sektor properti di pasca pandemi. Pasalnya, sektor properti banyak memberikan efek kepada bisnis-bisnis lain seperti infrastruktur, material, konstruksi dan sebagainya.
"Sektor properti harus bergerak disaat situasi pandemi ini, karena jika sektor properti bergerak maka industri lain juga bisa bertumbuh. Kami dari Yiho Sultan Group terus melakukan beberapa investasi untuk membantu menggerakkan perekonomian di Indonesia khususnya bidang properti," ujar Richard, di Jakarta
Richard mengapresiasi pengesahan UU Omnibus Law yang membuat Indonesia sangat ramah terhadap investor. Ia yakin dengan hadirnya investor luar dapat membantu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia pasca pademi.
"Kita melihat UU Omnibus Law sangat baik dan positif. Undang-Undang (UU) Omnibus Law dan kebijakan-kebijakan lain yang sangat dinanti-nantikan harus menandai titik balik bagi sektor properti Indonesia hingga tahun depan dan sisa dasawarsa ini," ucapnya.
Dalam pemulihan pandemi, membuat sektor properti saat ini sedang berada dalam tantangan, tak terkecuali bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengelola aset propertinya yang tidak maksimal. Richard melalui perusahannya pun melakukan beberapa penjajakan kerjasama dalam rangka mengoptimalisasi aset, hal ini karena BUMN memiliki potensi besar dalam hal kerja sama dengan para mitra maupun dengan sesama perusahaan BUMN.
"Salah Satu BUMN tertua di Indonesia, yaitu Perum PNRI melakukan optimalisasi aset dengan Yiho Sultan Group. Ini merupakan kabar segar investasi pada masa pemulihan Covid-19, Yiho Sultan Jakarta ditunjuk sebagai pemenang beauty contest untuk berinvestasi di Indonesia pada masa pemulihan Covid-19. Di saat pengusaha properti "tiarap" tapi kita komitmen menanamkan modal di Indonesia di sektor properti," ungkapnya.
Pihaknya percaya bahwa Indonesia sudah melakukan reformasi untuk mempermudah investor luar negeri dalam berinvestasi di Indonesia. Yiho Sultan Group telah ditunjuk sebagai pemenang beauty contest untuk proyek optimalisasi Perum PNRI.
"Sebagai bentuk komitmen dalam melakukan kerjasama optimalisasi, Yiho Sultan Group dalam prosesnya telah melakukan pembayaran down payment yang diminta BUMN PNRI. Kita harap Indonesia bisa jadi negara prioritas kita dalam berinvestasi dan turut serta mendorong pemulihan ekonomi Indonesia pasca Covid-19. Yiho Sultan Group telah ditunjuk sebagai pemenang tender beauty contest optimalisasi lahan milik Perum PNRI, menggandeng Master Arsitek, Aesler Internasional dalam perencanaan Mega Superblok Kawasan Perum PNRI," tuturnya.
Aesler Internasional sebagai perusahaan arsitek bertaraf internasional, Aesler membuat terobosan perencanaan baru untuk menghadirkan desain hunian yang harganya jauh lebih rendah di Jakarta. Sehingga, masyarakat yang perekonomiannya terdampak Covid-19 dapat memiliki harapan untuk bertempat tinggal di Jakarta.
"Kita ingin hadirkan harga properti yang lebih terjangkau. Yiho Sultan Group melalui proyek sebelumnya yakni Sentosa Park telah melakukan investasi di Indonesia yang berlokasi di Cikupa sebagai bentuk kepercayaan investor luar negeri terhadap Indonesia. Proyek ini berupa investasi sebesar Rp 500 miliar yang telah dilakukan grup di awal masa pandemi tahun 2020," pungkasnya.
Sentosa Park di atas lahan seluas 2.600 hektar (Ha) guna memenuhi kebutuhan akan tata kota yang rapi, terintegrasi dan terpadu. Dalam pengerjaannya Sentosa Park menggunakan pola bersiku atau sistem grid pada tata guna lahannya yang akan memberikan keuntungan membaca rute yang mudah dimengerti, sehingga memudahkan aktivitas penghuni keluar masuk kawasan.
“Sistem grid ini banyak diadaptasi oleh berbagai kota maju di dunia, karena keteraturan yang diciptakan oleh sistem ini membuat arus transportasi menjadi lebih efektif dan efisien, salah satu yang menggunakannya adalah kota Singapura sebagai kota terbaik dunia. Dari sisi bangunan, desain yang ramping, prestisius namun affordable, ditambah tata lahan yang efektif, fasilitas lengkap dan areal yang terintegrasi dengan wilayah-wilayah lain membuat Sentosa Park sangat cocok bagi milenial yang berjiwa aktif, modern dan dinamis