Rayuan Maut Menperin Agus, BMW, Mercedes-Benz Hingga AKS Dubai Manut Tanam Investasi di RI
INDUSTRY.co.id - UEA - Dalam sepekan, dua kabar baik datang dari Menteri Perindusterian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.
Ya, usai berhasil meyakinkan dua raksasa produsen otomotif asal Jerman, BMW dan Mercedes-Benz untuk mengembangkan investasi pada segmen kendaraan listriknya di Indonesia.
Kali ini giliran Al Khaleej Sugar (AKS) sebuah produsen gula terbesar di kawasan Timur Tengah yang akan turut menanamkan modalnya di Indonesia.
Dari informasi yang diterima redaksi INDUSTRY.co.id, komitmen investasi dari produsen gula terbesar nomor lima di dunia ini disampaikan langsung oleh Managing Director AKS Group sekaligus Chairman Jamal A-Ghurair Group, Jamal Al-Ghurair saat bertemu dengan Menperin Agus di Dubai.
“AKS akan berinvestasi pabrik gula terintegrasi di Indonesia. Selain memproduksi gula, AKS juga rencananya memproduki bioetanol dan listrik dari biomassa,” ungkap Menperin Agus, di Dubai pada Selasa (2/11/2021).
Menurutnya, AKS bakal membenamkan investasi sebesar USD2 miliar atau sekitar Rp28,68 triliun untuk pengembangan bisnis etanol di Indonesia.
Ia berharap penanaman modal perusahaan gula asal Dubai ini dapat menjadi pelatuk bagi industri gula nasional untuk lebih efisien pada masa depan.
“AKS akan mengembangkan fabrikasi etanol dari gula. Etanol tersebut pun diharapkan dapat menjadi sumber bahan bakar alternatif,” ujarnya.
(Menperin Agus saat bertemu dengan Mamaging Director AKS di Dubai).
Perlu diketahui, sejatinya, pemanfaatan etanol dalam energi baru dan terbarukan menjadi satu alternatif untuk pengurangan gas emisi karbon dari sektor transportasi.
Namun selain sebagai bahan bakar, ujar Agus, ternyata etanol gula juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gula rafinasi.
“Dalam konteks ini, impor gula bisa ditekan dan bahkan ke depan berpeluang berkurang sekitar 750.000 ton per tahun,” ungkapnya.
AKS sendiri memiliki pabrik gula di Dubai dengan kapasitas 6.000 ton gula per hari.
Selain memiliki pabrik gula di Dubai, AKS juga berinvestasi di Mesir dan Spanyol. Penghasilan AKS per tahun diperkirakan sebesar USD14 miliar.
“Kebutuhan gula nasional sekitar 6,7 juta ton. Terdapat beberapa cara untuk mengurangi impor gula, di antaranya dengan menyiapkan lahan perkebunan tebu dan mendorong proses transformasi digital," ujar Menperin.
"Kehadiran AKS di Indonesia, InsyaAllah dapat membantu memenuhi kebutuhan gula nasional," pungkasnya.
Melawat ke Jerman
Sebelum lawatannya ke UEA. Sepekan sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga berhasil membawa "oleh-oleh" usai pertemuan one on one meeting dengan dua pelaku industri otomotif di Munich, Jerman, yakni BMW dan Mercedes-Benz.
(Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi pabrik Mercedes-Benz di Jerman).
Dimana menurut Menperin, keduanya berminat untuk membangun kendaraan listrik (EV) dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan hub produksi untuk ekspor ke pasar ASEAN dan Australia.
“BMW telah menyatakan minatnya untuk membangun ekosistem tersebut di Indonesia. Mercesdes-Benz juga bersedia bekerjasama dan sedang mengeksplorasi peluang ekspor kendaraan ke Australia dan ASEAN, rencananya mereka akan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi,” ujar Menperin di Munich, Jerman, Jumat (29/10/2021) waktu setempat.
(Menperin Agus saat kunjungan pabrik BMW di Jerman).
“Intinya mereka support dan mereka sedang menyiapkan diri untuk rencana membuka pasar ke Australia,” tandas Agus.
Selain itu, dalam kunjungannya ke Jerman tersebut, Menperin juga melakukan pertemuan dengan perusahaan industri permesinan Toolcraft AG.
Menperin memfasilitasi kerjasama investasi anatara PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI) asal Indonesia dengan Toolcraft AG.
“Investasi Toolcraft AG ke Indonesia yang diawali dengan pembentukan joint venture ini memberikan peluang penting untuk memperkuat industri additive manufacture di Indonesia” ujar Menperin, Jumat (29/10/2021) waktu setempat.
Menurut Menperin, kerja sama YPTI dengan Toolcraft tersbeut merupakan skema joint venture yang meliputi bidang teknologi mesin Computer Numerical Control (CNC) lanjutan dalam pembubutan, penggilingan dan pembubutan gilingan, teknologi 3-D printing (additive manufacture) untuk logam, termasuk proses Laser Metal Deposition (LMD) dan Laser Metal Fusion (LMF), rekayasa digital dan e-learning termasuk virtual reality dan augmented reality, robotika dan otomatisasi, serta injection moulding plastik.
"Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung penerapan teknologi industri 4.0 di Indonesia serta mendorong Toolcraft AG untuk melakukan capacity building dan transfer teknologi," tandasnya.