Gubernur Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Dikerjakan Sendiri-sendiri

Oleh : Candra Mata | Jumat, 22 Oktober 2021 - 15:38 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa Indonesia terlalu besar untuk dikerjakan sendiri-sendiri. Untuk itu mutlak diperlukan sebuah kerjasama antar daerah di Indonesia.

"Indonesia terlalu besar untuk kita bekerja sendiri-sendiri," kata Anies, seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari keterangannya di akun Instagram miliknya pada Jumat (22/10/2021).

"Saya menyambut baik kehadiran Bupati Blitar Ibu Rini Syarifah dan Bupati Gorontalo Bpk. Nelson Pomalingo beserta jajarannya di Balaikota DKI Jakarta kemarin, dalam rangka menjalin kerja sama antardaerah," sambung Anies.

Menurutnya, kerja sama ini sebagai upaya mendukung pemerintah pusat untuk percepatan ekonomi nasional di masa pandemi COVID-19.

Dimana kerja sama dengan Pemkab Gorontalo sebagai upaya mengembangkan potensi masing-masing daerah dan peningkatan pelayanan publik. 

Sedangkan, kerja sama dengan Pemkab Blitar dilakukan sebagai upaya menjalin  sinergitas, dalam rangka penyediaan kebutuhan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.

"Kami mendorong BUMD sebagai ujung tombak penyedia supply, sedangkan SKPD bertugas sebagai pengajuan demand. Sehingga stabilitas porsi kerja berjalan sesuai jalurnya. Inilah mekanisme pasar yang kita inginkan," ujar Anies. 

"Semoga kita di Jakarta, Blitar dan Gorontalo bisa berjalan bersama secara berkelanjutan, dengan saling memberikan manfaat. Kita juga bisa mewujudkannya secara nyata, melalui kerja sama yang berlandaskan keadilan sosial," tandasnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →