Menko Airlangga Minta Pedagang Tak Takut Ngutang: Tapi Jangan ke Rentenir...

Oleh : kormen barus | Kamis, 09 September 2021 - 19:34 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berikan bantuan tunai PKL-Warung di Polrestabes Medan pada Kamis (9/9/2021) meminta pedagang memanfaatkan program pemerintah yakni subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3% untuk tambahan modal usaha.

Menurutnya pengajuan KUR tersbeut lebih baik ketimbang berutang ke rentenir, yang dinilainya menetapkan bunga tinggi.

“Jadi kalau berani berutang jangan ngutang dari rentenir, bunganya mahal. Kita melalui Menteri Keuangan sudah kasih dana untuk utang mulai dari Rp 10 juta, bunganya hanya 3% dan 6 bulan nggak bayar utang sehingga ini kesempatan," kata Airlangga.

Airlangga melanjutkan, "Apalagi tadi saya dengar rata-rata sudah usaha lebih dari 1 sampai 2 tahun. Jadi kalau berani jangan ke rentenir, hubungi BRI atau PNM dan lain-lain," tambahnya.

Terlihat Airlangga menawarkan pinjaman setidaknya ke tiga pedagang disela perbincangan. Awalnya kepada pedagang bernama Eva karena meminta bantuan tunai PKL dan warung ditambah lebih dari Rp 1,2 juta.

"Kalau Ibu biasa dapat Rp 50.000 per hari, ini kita kalikan sehingga Ibu dapatnya Rp 1,2 juta. Kira-kira Ibu mau nggak dapat segitu?," tanya Airlangga.
"Mau dong, mau dipakai untuk usaha. Maunya tambah lagi," katanya diiringi gelak tawa, seperti yang dikutip industry.co.id.
Airlangga pun menjelaskan jika ingin mendapat bantuan lebih bisa memanfaatkan program KUR pemerintah dengan bunga rendah. Sayangnya pedagang tersebut mengaku tidak berani.

"Kalau tambah lagi mau berani ngutang nggak? Bunganya rendah siap nggak Bu? Padahal kalau mau ngutang kita bisa kasih bunganya 3%. Nggak berani? Yaudah nanti terima ini dulu ya yang Rp 1,2 juta," ujarnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Airlangga kembali menawarkan pinjaman kepada pedagang kedua bernama Erwin yang berjualan peyek teri. Sama seperti sebelumnya, pedagang tersebut juga mengaku tidak berani.

"Pak Erwin berani utang nggak? "Nggak berani, takut". Ada program kredit usaha rakyat bunganya 3%, pinjam pertama boleh Rp 10 juta. Kalau sudah berani kasih tahu, di sini ada perwakilan BI," imbuhnya.

Terakhir kepada pedagang ayam geprek bernama Leli Khadijah yang juga mengaku tidak berani berutang ke pemerintah. Awalnya dia bercerita sudah berjualan selama 8 tahun di teras rumah yang lokasinya dekat kantor. Dengan adanya PPKM ini, omzetnya sangat terdampak dari biasanya menghabiskan 30 kg ayam per hari, saat ini cuma bisa sekitar 5 kg per hari.

"Ibu berani ngutang nggak Bu? Jadi kalau Ibu sudah berusaha 8 tahun seharusnya dari bank sudah berani kasih pinjam usaha. "Saya nggak berani, Pak". Ya udah dikasih dulu yang Rp 1,2 juta," tuturnya.

 

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →