Rehat Tengah Hari, IHSG Terkapar di Posisi 5.676

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 24 Mei 2017 - 13:02 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 54 poin, atau 0,9%, ke posisi 5.676,95 pada sesi pertama perdagangan Rabu (24/05/2017). Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.672-5.704.

Total nilai perdagangan pada sesi pertama perdagangan hari ini tercatat sebesar Rp3,002 triliun dengan total volume transaksi sebanyak 5,218 miliar unit. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli saham bersih (net buying) senilai Rp112 miliar dengan volume pembellian sebanyak 40 juta unit saham.

Seluruh indeks sektoral BEI mengalami penurunan. Indeks sektor konsumer mengalami penurunan terdalam, yaitu sekitar 1,39%, atau 35,40 poin, ke posisi 2.508. Kemudian diikuti oleh indeks sektor keuangan dan indeks sektor manufaktur yang masing-masing tergerus 1,33% dan 1,03%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers pada sesi pertama perdagangan hari ini adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya susut Rp14, atau 3,7%, menjadi Rp366 per unit, saham PT PP Properti Tbk (PPRO) yang harganya tergerus Rp8, atau 3,4%, menjadi Rp228 per unit dan saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang harganya terpangkas Rp475, atau 3,1%, menjadi Rp15.025 per unit.

Sementara itu saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harganya naik Rp75, atau 1,2%, menjadi Rp6.425 per unit, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang harganya terangkat Rp20, atau 0,8%, menjadi Rp2.440 per unit dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang harganya meningkat Rp15, atau 0,8% menjadi Rp1.855 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →