Viral di TikTok, Tren Makan Madu Beku Apakah Aman untuk Kesehatan?

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 06 Agustus 2021 - 14:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Platform media sosial TikTok memang memberikan pengaruh besar terhadap penggunanya. Ya, baru-baru ini terdapat tren terbaru di TikTok yakni tren makanan madu beku (frozen honey). Tren TikTok yang sekarang #frozenhoney memiliki lebih dari 600 juta tampilan pada tagar, dan lebih dari 80 juta view #FrozenHoneyChallenge.

Sesuai dengan namanya, tren makanan ini dilakukan dengan cara membekukan madu dengan freezer yang disimpan di dalam kemasan atau botol plastik. Setelah beku, madu dikeluarkan dengan cara meremas botol plastiknya. Nantinya, madu yang sudah beku tersebut memiliki tekstur lebih padat, keras, dan lengket.

Meskipun dilihat namak menyegarkan dan enak, namun ternyata tren tersebut banyak menimbulkan pertanyaan. Apakah madu beku tersebut menyehatkan atau malah membahayakan?

Dilansir dari laman Indianexpress, Jumat (6/8/2021), praktisi Ayurvedic Dr Dixa Bhavsar mengatakan bahwa madu hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil, dan harus dikonsumsi dalam suhu ruangan. 

"Menyantap dalam jumlah besar/banyak madu tidak bagus, tidak ideal. Jadi lebih baik satu sendok teh saja sudah cukup per/harinya," katanya.

Sebab, jika mengonsumi madu secara berlebihan dapat memicu beberapa masalah dan keluhan, seperti diare, perut terasa kembung, dan masalah kulit.

Selain itu, madu juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kadar gula darah. Jadi, jika berleihan juga menyebabkan sakit kepala, kolesterol, sakit perut dan berisiko obestitas.

"Tren ini dipandang berbahaya karena seseorang bisa mengalami diare, kram perut, kembung, merasa sakit, dan bahkan merasa mual, bahkan bisa sampai merusak gigi," jelas Dr Navneet Kaur, dokter umum, Apollo Spectra Nehru Enclave, Delhi.

Di sisi lain, Dr Kaur juga memperingati warganet untuk tidak mengikut tren demi viral dan eksistensi. Lebih baik mengutamakan kesehatan, apalagi di masa pandemi ini. Lebih baik dikonsultasikan terlebih dulu ke dokter atau ahli, apakah tren tersebut aman atau tidak untuk kesehatan tubuh.

"Tidak apa-apa sesekali untuk melewatkan beberapa tren yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Namun, jika ingin melakukan sesuatu seperti ini maka tanyakan saja kepada seorang ahli tentang cara ideal melakukannya. Tren tertentu bisa berisiko. Jadi berhati-hatilah dan waspadalah," tukas Dr. Kaur.

Chodijah Febriyani Lihat semua artikel →